Balinetizen.com, Jember
Sebanyak 90 dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengunjungi Tanoker di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu (11 April 2026). Kunjungan ini dilakukan di sela kegiatan mereka di Universitas Jember.
Para dosen tersebut tergabung dalam Asosiasi Sekolah Perencana Indonesia. Hadir langsung dalam rombongan, Ketua ASPI, Holi Bina Wijaya, yang juga merupakan dosen Universitas Diponegoro.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pendiri Tanoker Ledokombo, Supo Raharjo dan Farha Ciciek. Suasana keakraban terlihat sejak awal kunjungan, yang juga menjadi momen perkenalan Tanoker sebagai salah satu kampung kreatif di Jember.
Holi menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar anggota ASPI yang belum pernah datang ke Jember, apalagi melihat langsung Tanoker Ledokombo.
“ASPI sangat mengapresiasi Tanoker. Pak Supo dan Bu Ciciek merupakan champion kampung kreatif,” ujarnya.
Sementara itu, dosen PWK Fakultas Teknik Universitas Jember, Nunung Nuring Hayati, menjelaskan bahwa ASPI merupakan organisasi yang menaungi program studi PWK dari jenjang S-1 hingga S-3 di seluruh Indonesia.
Ia menyebutkan bahwa momentum ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi lokal Jember kepada para akademisi, terutama karena sebelumnya rencana kunjungan kerap terkendala kesibukan.
“Selain workshop kurikulum dan akreditasi di Universitas Jember, kami mengajak peserta mengenal kearifan lokal Jember melalui kunjungan ke Tanoker, serta dilanjutkan ke Puslit Koka, Watu Ulo, dan Papuma,” jelasnya.
Di sisi lain, Farha Ciciek mengaku senang dan bangga atas kunjungan para dosen tersebut. Ia menyebut Tanoker sebagai ruang belajar terbuka yang dapat diakses siapa saja, termasuk kalangan akademisi.
“Tanoker ini ruang belajar bersama. Kami juga telah lama bekerja sama dengan Prodi PWK Universitas Jember, dan manfaatnya sudah kami rasakan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, para tamu juga disuguhi kuliner khas Tanoker, seperti nasi bunga telang yang disajikan dengan sate tahu bumbu kacang. Hidangan unik tersebut mendapat respons positif dari para dosen yang menikmati pengalaman kuliner lokal.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pengembangan desa wisata berbasis komunitas, sekaligus memperkenalkan Tanoker Ledokombo sebagai salah satu ikon kearifan lokal Kabupaten Jember.
(erman)

