Pusat Inovasi Kuliner Pameran Internasional Bali Interfood 2025 Resmi Dibuka Hari Ini

0
248

 

Balinetizen.com, Badung 

Bali, yang dikenal sebagai Pulau Dewata, bukan hanya menawarkan pesona alam dan budaya yang memikat, tetapi juga menjadi surga kuliner dengan ragam cita rasa yang unik di setiap daerah. Pertumbuhan industri makanan, minuman, dan pariwisata di Bali terus menunjukkan tren positif, menjadi salah satu pendorong utama ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali pada kuartal IV tahun 2024 menempati peringkat kesepuluh dari 38 provinsi di Indonesia. Pencapaian ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02% dan menunjukkan pesatnya perkembangan ekosistem bisnis Bali, di mana sektor makanan dan minuman menjadi salah satu kontributor terbesar.

Sejalan dengan momentum tersebut, Pameran Bali Interfood 2025 resmi dibuka hari ini, Rabu (10/9/2025), di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Pameran berskala internasional ini menjadi ajang strategis bagi pelaku usaha makanan, minuman, horeca (hotel, restoran, kafe), bakery, teknologi pengolahan, dan kemasan untuk memperkenalkan produk, menjalin kemitraan, serta mengeksplorasi tren dan inovasi terbaru.

Tahun ini, Bali Interfood 2025 menghadirkan 110 peserta dari 17 negara, termasuk 40 UMKM unggulan Indonesia, dengan target lebih dari 15.000 pengunjung. Pameran ini diselenggarakan oleh Krista Exhibitions dan digelar selama tiga hari, 10–12 September 2025, bersamaan dengan Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, dan Bakery Indonesia Expo 2025.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan bahwa Bali Interfood merupakan pameran internasional makanan dan minuman dua tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian pameran Krista Exhibitions di Surabaya (East Food Indonesia), Bali (Bali Interfood), hingga puncaknya di Jakarta (SIAL Interfood 2025).

Baca Juga :  PBNU berduka atas wafatnya KH Maimun Zubair

“Bali Interfood mempertemukan pelaku usaha global dengan jaringan hotel, restoran, serta importir utama. Ajang ini menjadi kesempatan emas untuk menggali inspirasi, memperluas koneksi bisnis, dan memperkuat posisi Bali sebagai pusat inovasi kuliner,” ungkap Daud.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Bali Interfood 2025 menghadirkan rangkaian program istimewa, antara lain:

Business Matching – mempertemukan pelaku usaha lokal dan internasional dengan calon mitra strategis.

Demo Masak & Workshop Interaktif – bersama chef ternama seperti Chef Achen, Chef Ugay, Chef Muto, dan Chef Merry yang akan menampilkan kreasi kuliner khas Asia, mulai dari sushi, ramen, dimsum, hingga dessert modern dan kue tradisional.

Seminar & Sesi Edukasi – seperti “Catcher Gourmet – Flavor Forum”, “Sustain the Sources: Exploring Certification Initiatives and Sustainable Sourcing for the Hospitality Sector” dari CSP, dan demo produk “Elevating Guest Experience: Healthy Breakfast with Hurom.”

Brand Showcase & Demo Produk – dari Catcher Gourmet, KEWPIE, hingga GEA GETRA & Pondan, menampilkan inovasi bahan baku, peralatan dapur, dan teknik kuliner terbaru.

Dengan berbagai agenda inspiratif, Bali Interfood 2025 siap menjadi pusat kolaborasi, peluang bisnis, sekaligus edukasi bagi industri makanan dan minuman di tingkat nasional maupun internasional.

Pengunjung dapat melakukan registrasi langsung di lokasi dengan biaya masuk Rp100.000 yang berlaku untuk tiga hari penuh pameran.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here