Pusat Pemerintahan Niti Mandala Renon, Satu Hari Menjelang Raina Buda Kliwon Pahang “Digrudug” Ratusan Truck Sampah, Beberapa Catatan Reflektif

0
224

Ilustrasi

Balinetizen.com, Denpasar

Menurut Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi dan lingkungan, anggota MPR RI Utusan Daerah Bali dan anggota Badan Pekerja MPR RI 1999 – 2004 bahwa Buda Kliwon Pahang, Buda Kliwon Pegatwakan, hari penutup” yasa kerthi” raina Galungan dan Kunungan, nemu Sasih Kepitu, sasih munggah ke Dewa, semestinya semua pihak menahan diri menjaga ketenangan menjelang upakara yang kaya makna.

“Tetapi agaknya para pendemo tidak lagi tahan dengan ketidak-pastian dalam pengelolaan sampah, yang bisa berakhir dengan krisis sampah dengan skala besar dan berkelanjutan,” katanya Selasa 23 Desember 2025.

Dikatakan Niti Mandala Renon, oleh penggagasnya Gubernur Mantra adalah simbol kepemimpinan berbasis spiritualitas, dengan merujuk “pesan makna” dalam Monumen Bajra Sandhi.

” Dengan digreduk ratusan truk sampah yang menuntut perlakuan adil, dari segi simbol kepemimpinan, Niti Mandala “tercemar”, ” kata Jro Gde Sudibya.

Menurutnya, peristiwa ini hendaknya menjadi momentum bagi Gubernur, Wakil Gubernur, jajaran DPRD Bali berefleksi diri dan mawas diri menyangkut “swadharma” penyediaan penyediaan jasa publik -public utilities-.

Dikatakan, dalam tradisi negara demokrasi seperti di negara Skandinavia: Swedia, Denmark, Norwegia, kegagalan dewan kota dalam konteks Bali, Gubernur dan DPRD Bali dalam penyediaan pelayanan umum, sudah pasti tidak terpilih dalam Pemilu berikutnya.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

Baca Juga :  Bali dan Rumania Ingin Perkuat Kerjasama di Berbagai Bidang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here