Ratusan Hotel Dijual, APPMB : Bali Overload Kamar

0
263
Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marjinal Bali (APPMB) I Wayan Puspanegara.

 

Balinetizen.com, Badung-

 

Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marjinal Bali (APPMB) I Wayan Puspanegara mengatakan, maraknya ratusan hotel di jual di Bali disebabkan tingginya jumlah kamar yang tidak sebanding dengan tingkat jumlah kedatangan turis ke Bali.

“Persoalan kita di pariwisata ini dari segi jumlah kamar Bali sudah overload 166 ribu kamar sebelum pandemi
kalau kita hitung jumlah wisatawan ke Bali per hari 52 ribu di bandara dibagi dua domestik dan internasional
dibandingkan dengan kamar kan tekor,” jelas pria yang juga menjabat Ketua LPM Legian ini, Selasa (21/2/2023).

Dipaparkan, sebelum pandemi wisatawan asing masuk ke Bali sekitar 6,25 juta dan domestik 10 juta.

“Artinya kalau mau kejar quality tourist yang punya hotel menengah ke bawah dan guest house kayak saya mau dapat apa, masalahnya kembali ke jumlah kamar yang banyak, namun rupanya yang banyak itu menengah ke bawah sekitar 60 persen itu seperti City Hotel, Haris Hotel dan lainnya,” jelas dia.

Terkait penjualan hotel sendiri katanya, sudah menjadi hal yang biasa, hanya kini menjadi luar biasa karena yang dijual adalah hotel – hotel yang merupakan bintang lima seperti salah satunya Mulia Resort yang berlokasi di Nusa Dua, Badung, Bali.

Trend pengusaha untuk menjual hotel pun berubah kata dia, dahulu mungkin menggunakan jasa marketing door to door namun kini melalui sistem penjualan online.

“Karena semua investor disana serba digital sekarang, jadi lebih mudah cost sedikit, dan semua dunia bisa mengakses,” terang Puspanegara.

Ia mengaku kerap mengetahui hotel-hotel di Bali dijual setelah berganti kepemilikan.

“Saya tahunya setelah dijual dia berganti pemilik,” tandasnya.

Baca Juga :  Perahu Terbalik, Enam Pemancing Berhasil Diselamatkan Tim SAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here