Ratusan Massa Secara Beringas Gerudug BPN Buleleng

0
377

Balinetizen.com, Buleleng-

Ratusan massa secara beringas mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Buleleng. Hal ini memantik Polres Buleleng dibawah komando langsung Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi,S.I.K, M.H melakukan pengamanan dengan mengerahkan pasukan Dalmas, pasukan taktis berkendara sepeda motor, mobil water canon serta anjing pelacak.

Dalam aksi tersebut, sempat terjadi bentrokan pasukan dalmas dengan massa yang secara beringas merangsek masuk ke Kantor BPN Buleleng. Al hasil atas kesigapan dan dengan penanganan secara terukur, akhirnya massa berhasil dihalau dan situasi kembali menjadi normal, aman terkendali.

Peristiwa aksi massa yang beringas ke BPN Buleleng itu hanya merupakan latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang dilakukan Polres Buleleng pada Selasa (23/9/2025). Yangmana dalam simulasi ini, digambarkan situasi ketika ratusan massa mengepung kantor BPN Buleleng selaku kantor pelayanan publik dan dimungkinkan berpotensi menimbulkan kericuhan.

Dikonfirmasi usai simulasi, Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi menerangkan bahwa pemilihan lokasi simulasi tepat didepan Kantor BPN Buleleng di Jalan Dewi Sartika, Singaraja karena dekat dengan area perkantoran yang sering menjadi titik unjuk rasa.
“Simulasi ini sebelumnya sudah kita laksanakan untuk pengamanan markas di pos. Dan sekarang kita simulasikan penanganan aksi unjuk rasa di lapangan yang mendekati kondisi sebenarnya, yang tujuannya agar kita bisa melayani dan mengayomi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kapolres Widwan Sutadi unjuk rasa adalah hak warga negara,”Jadi kita wajib melindungi, mengamankan, dan memastikan aktivitas masyarakat lain tetap berjalan,” ucapnya menegaskan.

Lebih lanjut Kapolres Widwan Sutadi menegaskan potensi kerusuhan bisa muncul akibat provokasi, sehingga pengendalian massa perlu dipersiapkan dengan baik.
“Dalam simulasi ini anggota dilatih menggunakan tameng, tongkat, gas air mata, hingga teknik mengurai massa. Semua dilakukan agar terbiasa menghadapi situasi di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Tagar #BelaBuRisma jadi "trending topic" di media sosial

Ia menyebutkan latihan ini juga mengingatkan pada peristiwa tragedi 1998–1999, ketika sejumlah perkantoran di Buleleng termasuk BPN, pernah menjadi sasaran kerusuhan. “Sebelum latihan digelar, pihak BPN sudah diajak berkoordinasi. Dan di dalam simulasi ini, kita tingkatkan keterampilan dan kemampuan agar anggota semakin profesional dalam menangani aksi unjuk rasa. Mengingat kalau sudah profesional, kepercayaan masyarakat akan tumbuh. Bahwa polisi mampu menjaga keamanan dan ketertiban di Buleleng,” pungkas Kapolres Widwan Sutadi.

Dalam kegiatan simulasi ini, sebanyak 110 personel Dalmas dilibatkan dalam latihan, dengan dukungan reserse, intelijen, dan satgas tindak. Peralatan seperti tameng, tongkat, gas air mata, hingga peluru karet disiapkan, meski senjata api berpeluru tajam tidak digunakan.

Melalui simulasi Sispamkota ini, Polres Buleleng menegaskan komitmennya menjaga keamanan wilayah serta memberi rasa aman kepada masyarakat. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here