Balinetizen.com, Denpasar
Sebanyak ratusan anggota Indonesian Online Driver Association (IODA) di Bali telah menegaskan komitmennya untuk tidak terlibat dalam afiliasi politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024. Keputusan ini diungkapkan dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Kepolisian Daerah Bali bersama IODA guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Saat ini, IODA Bali memiliki sekitar 300 anggota aktif. Jumlah ini, tidak bisa diabaikan oleh para partai politik yang berusaha untuk memperoleh dukungan menjelang Pemilu 2024.
“Kami mengajak seluruh anggota IODA untuk tetap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Polri, untuk melaporkan setiap perkembangan situasi dan dinamika yang terjadi dalam masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mengambil langkah preventif dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas,” kata Kombes Pol. Dwi Wahyudi Prabowo, S.I.K., yang mewakili Kepolisian Polda Bali dalam FGD di Denpasar pada Rabu, 30 Agustus 2023.
Selain perwakilan kepolisian, FGD ini juga dihadiri oleh Ketua IODA Urip Subekti, serta perwakilan dari komunitas Grab Bali seperti Sony Harvan dan I Gde Awan Arnawa.
Tema yang diusung dalam FGD ini adalah “Indonesian Online Driver Association (IODA) Bali Siap Bersinergi Ciptakan Kamtibmas yang Kondusif Menjelang Pemilukada 2024”.
Karena itu, kata Kombes Pol Dei Wahyudi Prabowo bahwa FGD bersama IODA Bali ini diadakan untuk mencapai kesamaan persepsi dan pandangan dalam rangka menjaga situasi kamtibmas yang kondusif menjelang pelaksanaan Pemilukada tahun 2024.
Hasil dari FGD ini menghasilkan komitmen penting, salah satunya adalah keputusan IODA Bali untuk tidak terlibat dalam afiliasi dengan partai politik tertentu. Meskipun banyak elit politik yang berusaha mendekati para pengemudi online, IODA Bali tetap berpegang pada prinsip netralitas dan profesionalitas dalam memberikan layanan kepada penumpang.
Ketua IODA Urip Subekti juga menekankan bahwa para anggota IODA memahami pentingnya menjunjung tinggi kode etik yang mengedepankan netralitas dan profesionalitas dalam memberikan layanan kepada penumpang, tanpa adanya kepentingan politik tertentu.
Dengan komitmen ini, ratusan online driver di Bali telah memberikan pesan kuat bahwa mereka akan tetap fokus pada tugas utama mereka sebagai pengemudi online dan tidak akan terlibat dalam dinamika politik menjelang Pemilu 2024. Langkah ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif dalam menjaga stabilitas sosial dan kamtibmas. (Tri Prasetiyo)

