Refleksi Raina Buda Kliwon Matal, Marak Ritual Memudarnya Spiritualitas

0
254

Jro Gde Sudibya, pengamat kebudayaan dan kecenderungan masa depan.

 

Hari ini, Rabu, 28 Januari 2026, raina Buda Kliwon Matal sasih Kaulu Icaka 1947.
Momentum untuk berefleksi, jujur terhadap diri sendiri untuk membersitkan sikap “Jagra” sadar diri dalam melakoni dan memaknai kehidupan. Pertama, ritualitas yang semakin marak, menguras energi, waktu dan biaya, memuja bentuk dengan nyaris mengabaikan substansi. Melahirkan kedangkalan pemikiran terlebih kedangkalan hati, memuja bentuk luar, ornamen indah dipandang kasat mata dengan kedangkalan rasa batin, yang merupakan warisan purba feodalisme. Kedua, kesemarakan yang mudah memicu stres karena ketidaktahuan, sekadar “milu-milu tuung” tanpa kedalaman sastra pengetahuan apalagi kedalaman hati. Atau “teror” yang secara sengaja “diproduksikan” untuk menimbulkan rasa takut karena ketidak-tahuan dan juga kemalasan berpikir dan kemasa-bodoan (ignorance). Ketiga, menjadi tempat pelarian secara sosial -social escape-, dengan bersandar ke jargon-jargon masa lalu yang tidak terlalu jelas sistem holistik sastranya, untuk sekadar bertahan dan menutupi ketakutan bawah sadar akan kekalahan kehidupan, dalam artian:ekonomi, politik yang otentik dan berkebudayaan. Keempat, wacana “jauh panggang dari api”, menyebut beberapa: Tri Hita Karana, Sat Kerthi Loka Bali baca menghadirkan sorga di dunia, tetapi realitasnya, Bali mengalami darurat dan krisis lingkungan, “benyah latig”, dengan kerugian ekologis yang nyaris tak mampu dipulihkan. Kelima, spiritualitas memudar, menuju titik nadirnya, kejujuran nyaris sirna, keteladan kepemimpinan hilang, peran lembaga keagamaan antara ada dan tiada. Politisasi simbol agama, adat dan budaya meluluhlantakkan spiritualitas.
Fenomena kehilangan: panutan, harapan akan masa depan, kacaunya “sesana” berbasis etika dan moralitas, memicu stres warga berkepanjangan, depresi dan menuju ke risiko “mental disorder”.

 

Baca Juga :  Pantau PPKM Darurat, Luhut: Mobilitas dan Aktivitas Masyarakat Perlahan Turun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here