Reses Emiliana Sri Wahjuni Disambut Antusias Warga, Minta Pemerintah Perhatikan Ini

0
633

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasari dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Emiliana Sri Wahjuni  saat reses menyerap aspirasi warga.

Balinetizen.com, Denpasar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Emiliana Sri Wahjuni kembali menggelar reses selama tiga hari Jumat-Minggu, 4-6 Februari 2022 menemui warga dan menyerap aspirasi warga Kota Denpasar.

Dengan peserta terbatas dan tetap mengutamakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, reses dari wakil rakyat yang akrab disapa Sis Emil seperti biasanya selalu disambut antusias warga dan berlangsung penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan reses ini, Sis Emil juga berbagi paket beras kepada warga dengan harapan bisa sedikit meringankan beban warga di tengah pandemi Covid-19.

Reses hari pertama, Jumat 4 Februari 2022, berlangsung di Yayasan Otfirosi di seputar kawasan Jalan Raya Puputan Denpasar. Dalam reses kali ini warga tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menyampaikan keluhan dan aspirasinya.

Misalnya muncul aspirasi mengenai nasib guru-guru honorer yang sudah belasan tahun mengabdi namun belum diangkat menjadi PNS atau ASN. Para guru honorer yang ikut hadir dalam reses Sis Emil ini pun berharap pemerintah dapat mempermudah pengangkatan guru honorer ini menjadi PNS atau ASN.

Reses Sis Emil berlanjut sore harinya di tempat salah satu tokoh perempuan Bali yang juga banyak dihadiri para ibu-ibu, hingga perempuan milenial. Dalam kesempatan ini Sis Emil yang juga Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini juga menyelipkan pesan-pesan pendidikan politik yang intinya mengajak kaum perempuan jangan alergi dengan politik, jangan takut masuk dunia politik.

“Saya jelaskan perempuan punya hak di politik. Perempuan harus melek politik dan harus diberikan kesempatan di panggung politik maupun pemerintahan karena keputusan-keputusan politik di pemerintahan juga berpengaruh terhadap nasib kaum perempuan. Kalau perempuan tidak ikut bersuara mereka tidak bisa ikut membangun daerahnya,” kata politisi perempuan PSI ini.

Baca Juga :  Bali Perlu Pemimpin Cerdas, tidak Sekadar "Produsen" Surat Edaran, yang Tidak akan Efektif di Lapangan

Selanjutnya di reses hari kedua pada Sabtu 5 Februari 2022, berlangsung di Gedung Menara Doa, Jalan Ciung Wanara, Denpasar dan sebelumnya juga kembali berlangsung di Yayasan Otfirosi. Di reses hari kedua ini, Sis Emil banyak mendapatkan keluhan orang tua siswa yang mengeluhkan perpanjangan PPKM hingga merasa ada tambahan beban baru dengan diberhentikannya PTM (Pembelajaran Tatap Muka) dan dikembalikan ke pembelajaran daring (online).

Dengan kembalinya belajar daring, orang tua siswa berharap pemerintah dapat kembali memberikan bantuan kuota gratis. “Para orang tua siswa berharap ada bantuan biaya internet karena sekolah kembali daring hingga perlu keringanan SPP. Dana BOS juga perlu ditambah lagi untuk bantuan pendidikan,” ungkap Sis Emil.

“Tentu semua aspirasi itu akan kami sampaikan ke pemerintah kota dan sama-sama kita perjuangkan,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi kesehatan, pendidikan, pemuda dan olahraga, pemberdayaan perempuan, sosial dan tenaga kerja, kebersihan dan pertamanan, pariwisata dan lain-lain ini.

Untuk reses hari ketiga pada Minggu 6 Februari 2022, Sis Emil juga menggelar reses dibeberapa titik salah satunya di Aula Gereja GBI SWISS Ministry Denpasar, Jalan Raya Sesetan, Denpasar. Tokoh perempuan yang dikenal bersahaja dan merakyat ini juga tak lelah mengedukasi dan mengingatkan warga agar menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Terlebih saat ini angka positif Covid-19 terus melonjak dengan masuknya varian Omicron.

“Kita harus tetap warga jaga diri, jaga keluarga, jaga sesama warga. Dan paling penting tetap optimis dan kreatif,” pungkas Anggota DPRD Denpasar dari PSI Dapil Denpasar Selatan ini. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here