Balinetizen.com, Jembrana-
Bangunan Pasar Umum Negara (PUN) di Kabupaten Jembrana, Bali, mulai dibongkar. Pembongkaran pasar terbesar di Bumi Makepung mendapat penjagaan ketat dari petugas, baik dari Sat Pol PP maupun Polres Jembrana. Bahkan BPBD Pemkab Jembrana mendirikan tenda untuk tempat petugas siaga dan berjaga.
Pantauan di lokasi, pembongkaran dimulai dengan membongkar atap bangunan, Senin (21/8/2023) kemarin. Kemudian dilanjutkan dengan membongkar dinding bangunan menggunakan alat berat, Selasa (22/8/2023).
Pembongkaran fokus pada deretan bangunan disebelah selatan ex Terminal Kota Negara. Ini disebabkan sejumlah pedagang yang sebelumnya berjualan di deretan toko di utara sungai telah pindah ke tempat relokasi.
Pemkab Jembrana menyiapkan dua lokasi sebagai tempat relokasi pedagang PUN, yakni di areal Parkir Pemkab Jembrana dan di Peken Ijogading sebelah selatan PUN. Untuk relokasi, pedagang PUN diberikan tenggat waktu hingga tanggal 30 Agustus 2023.
Kadis Koperindag Jembrana, I Komang Agus Adinata, Selasa (23/8/2023) mengatakan, total kios yang disiapkan untuk tempat relokasi sebanyak 610 kios. Diantaranya 161 kios di Peken Ijogading dan 449 kios di areal parkir Pemkab Jembrana. “Sampai hari ini sudah 100 persen pedagang kemas-kemas untuk pindah ke tempat relokasi,” ujarnya.
Diakuinya, proses relokasi membutuhkan waktu. Untuk itu tenggat waktu untuk relokasi diperpanjang beberapa hari kedepan. Terlebih teknis setiap pedagang untuk pindah berbeda-beda.
Dia mencontohkan pedagang emas yang saat akan pindah kelihatan mudah, namun justru sangat rumit. Karena harus memindahkan brankas emas yang beratnya ribuan kilo sehingga memerlukan waktu dan tenaga yang cukup. “Target waktu relokasi mungkin dua hari kedepan. Kemudian target pembongkaran sampai tanggal 30 Agustus mendatang,” jelasnya.
Menurutnya sesuai data terbaru masih kekurangan sekitar 50 kios atau los untuk tempat relokasi. Dan data ini kemungkinan terus bergerak karena pendataan masih terus berlanjut.
Sementara itu, Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana ditemui saat memantau pelaksanaan pengamanan pembongkaran PUN mengatakan, bahwa untuk pengamanan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjamin situasi tetap tertib dan kondusif selama proses relokasi dan pembongkaran.
“Untuk pengamanan kita sudah berkordinasi dengan Pemda dan juga paguyuban pedagang. Harapan kita agar relokasi betul-betul berjalan dengan kondusif,” ujarnya.

