Sampah Denpasar-Badung Capai 1.900 Ton per Hari, PSEL Baru Progres 24 Persen

0
47

Balinetizen.com, Denpasar

Bisakah pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya menjadi solusi persoalan sampah di Bali? Pertanyaan ini menjadi penting mengingat Kota Denpasar dan Kabupaten Badung saat ini menghasilkan sekitar 1.900 ton sampah setiap hari.

Sementara itu, fasilitas PSEL Denpasar Raya yang diharapkan mampu mengurangi beban sampah tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton per hari. Artinya, masih ada sekitar 400 ton sampah setiap hari yang harus ditangani melalui pengelolaan dari sumbernya.

Di tengah harapan tersebut, pembangunan PSEL Denpasar Raya hingga awal November 2026 baru mencapai 24 persen. Pemerintah menargetkan fasilitas ini rampung pada 2027 dan mulai beroperasi pada awal 2028.

Perkembangan pembangunan tersebut terungkap saat Komisi III DPRD Bali bersama Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Bali melakukan kunjungan kerja ke lokasi proyek, Senin (2/11/2026).

Kunjungan kerja dipimpin Ketua Komisi III DPRD Bali I Nyoman Suyasa. Turut menyertai anggota DPRD Bali Ni Putu Yuli Artinu, Ni Kadek Darmini, dan I Made Rai Warsa. Hadir pula Kepala Dinas KLH Bali Made Dwi Arbani.

Suyasa mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan memastikan pembangunan PSEL Denpasar Raya berjalan sesuai target waktu dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Berdasarkan paparan Dinas KLH Bali dan kontraktor proyek, progres pembangunan saat ini telah mencapai 24 persen. Capaian tersebut dinilai cukup baik mengingat pekerjaan fisik baru dimulai sekitar empat bulan sejak groundbreaking pada 8 Juli 2026.

“Baru 24 persen. Jadi sudah cukup cepat. Groundbreaking 8 Juli 2026, baru empat bulan sudah mencapai 24 persen,” kata Suyasa.

Ia menjelaskan, progres 24 persen tersebut meliputi pekerjaan penataan lahan dan pemasangan tiang pancang.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Buleleng Instruksikan Eksekusi Langsung Program Penanganan Inflasi Untuk Stabilkan Harga

Cuaca Hujan Mulai Hambat Pekerjaan

Meski pembangunan dinilai berjalan cukup cepat, Suyasa mengungkapkan pekerjaan di lapangan mulai menghadapi tantangan faktor cuaca.

Hujan yang mengguyur wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir sedikit menghambat proses pengerjaan, terutama pekerjaan pengeboran untuk pemasangan tiang pancang.

Menurutnya, pekerjaan pengeboran membutuhkan kondisi cuaca panas agar proses pengerjaan dapat berjalan lebih optimal.

Meski demikian, ia meminta kontraktor tetap menjaga kecepatan dan kualitas pekerjaan agar pembangunan fasilitas PSEL dapat diselesaikan sesuai jadwal.

Suyasa berharap pembangunan dapat rampung pada 2027 sehingga fasilitas pengolahan sampah tersebut mulai beroperasi pada awal 2028.

Ia juga menyebut pembangunan PSEL Denpasar Raya merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menangani persoalan sampah di Bali.

Kapasitas 1.500 Ton, Masih Ada 400 Ton Sampah

Sementara itu, Kepala Dinas KLH Bali Made Dwi Arbani menjelaskan, fasilitas PSEL Denpasar Raya nantinya memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari.

Kapasitas tersebut diharapkan mampu mengolah sebagian besar sampah yang dihasilkan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Berdasarkan data yang disampaikan, kedua daerah tersebut rata-rata menghasilkan sekitar 1.900 ton sampah setiap hari.

Dengan demikian, kapasitas PSEL belum mencakup seluruh timbulan sampah dari kedua wilayah tersebut. Masih terdapat sekitar 400 ton sampah per hari yang perlu ditangani melalui sistem pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Kelebihan sampah itu akan dikelola dari sumbernya,” kata Arbani.

Ia berharap pengelolaan sampah dari sumber tetap berjalan meskipun fasilitas PSEL nantinya telah beroperasi.

Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan tetap melakukan pemilahan serta pengolahan sampah sejak awal agar beban fasilitas pengolahan dapat dikurangi.

PSEL Bukan Satu-satunya Solusi Sampah Bali

Baca Juga :  Job Fair Kembali Digelar, Bupati Buleleng Minta Sektor Informal Tak Dilupakan

Dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton per hari, PSEL Denpasar Raya diharapkan menjadi salah satu upaya penting dalam mengurangi beban sampah di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Namun, kapasitas tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik bukan satu-satunya jawaban atas persoalan sampah.

“Pengelolaan sampah dari sumber, pemilahan oleh rumah tangga, serta keterlibatan pelaku usaha tetap dibutuhkan agar penanganan sampah berjalan secara menyeluruh,” tegas Suyasa yang juga politisi Partai Gerindra itu.

Kini, masyarakat menunggu realisasi pembangunan PSEL Denpasar Raya yang baru mencapai 24 persen. Tantangannya bukan hanya memastikan proyek selesai tepat waktu, tetapi juga memastikan fasilitas tersebut benar-benar mampu beroperasi sesuai kapasitas yang direncanakan.

Sebab, keberhasilan mengatasi persoalan sampah di Bali tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas pengolahan, tetapi juga membutuhkan perubahan pola pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

(jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here