Sasar Anak Muda, Edukasi Cetah Stigma HIV di Bali

0
248

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Asian Law Students’ Association Local Chapter Fakultas Hukum Universitas Udayana (ALSA LC Unud) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui kegiatan tahunan ALSA Care and Legal Coaching Clinic (ACLC) yang digelar pada Sabtu (8/11/2025). Kali ini, ALSA LC Unud mengangkat isu penting tentang edukasi dan peran serta masyarakat dalam mencegah serta menangani orang dengan HIV Aids (ODHIV) di Bali.

Berlokasi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kampus Universitas Udayana, acara diskusi publik ini menghadirkan berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa Fakultas Hukum, dosen, konselor kesehatan, hingga para ODHIV dan pejabat pemerintah.

Kehadiran beragam peserta ini menunjukkan bahwa isu HIV Aids bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga persoalan hukum, sosial, dan kemanusiaan.

Director ALSA LC Unud, Roy Febrianto Sitorus, menjelaskan bahwa kegiatan ACLC tahun ini mengambil tema besar tentang kesehatan masyarakat.

“Tahun ini kami memilih tema spesifik HIV Aids karena berdasarkan data ilmiah yang kami peroleh, jumlah kasus baru terus meningkat dan masih terjadi stigma di masyarakat terhadap mereka yang ODHIV,” ujarnya.

Roy menegaskan bahwa para ODHIV memiliki hak hukum dan hak kesehatan yang sama dengan warga lainnya.

“Mereka harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal sebagaimana warga pada umumnya. Namun kenyataannya, stigma sosial masih menjadi penghalang utama,” tambahnya.

Data menunjukkan, sebagian besar penderita HIV Aids berada pada usia produktif dan kalangan muda.

Melalui diskusi ini, ALSA LC Unud berupaya memberikan edukasi, sosialisasi, dan pendampingan hukum gratiskepada masyarakat agar paham bagaimana mengakses layanan pemeriksaan dan pengobatan tanpa diskriminasi.

“Harapan kami, masyarakat memiliki semangat dan kesadaran untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, terutama bagi kelompok berisiko tinggi,” ungkap Roy.

Baca Juga :  Nyeberang Jalan, Nenek Meninggal Dunia Ditabrak Mini Bus

Diskusi publik ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Gusti Ayu Raka Susanti, Pengelola Program KPA Provinsi Bali Yahya Anshori, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Suwirta, Akademisi FH Unud Sagung Putri M.E. Purwani, dan Koordinator Lapangan Dita Aryandi Silalahi.

Ketua Panitia ACLC 2025, I Gusti Ayu Putu Shinta Dewi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa hukum terhadap kondisi sosial masyarakat Bali.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa hukum bukan hanya untuk dipelajari, tetapi juga untuk diterapkan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, ACLC menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu hukum secara langsung dan membantu masyarakat memahami hak serta kewajiban hukumnya, termasuk dalam bidang kesehatan.

Melalui ALSA Care and Legal Coaching Clinic 2025, ALSA LC Unud berharap dapat terus menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat semangat kepedulian sosial, tetapi juga menumbuhkan kesadaran hukum dan solidaritas kemanusiaan di tengah masyarakat Bali.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here