Ket foto : Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai
Balinetizen.com, Denpasar
Meski penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar masih tinggi, kasus sembuh juga beranjak meningkat. Pada Jumat (23/7) kasus sembuh Covid-19 di ibukota Provinsi Bali ini bertambah 250 orang. Meski demikian, kasus positif juga masih tinggi di angka 541 orang dan kasus meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami penambahan sebanyak 8 orang.
“Perkembangan kasus harian, kasus meninggal dunia 8 orang, kasus sembuh covid 19 hari ini bertambah 250 orang dan kasus positif Covid-19 sebanyak 541 orang, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM Level 4,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi Jumat (23/7).
Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif tercatat 22.239 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 17.670 orang (79,45 persen), meninggal dunia sebanyak 444 orang (2,00 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 4.125 orang (18,55 persen).
Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 4 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.
“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi. Dalam beberapa seminggu terakhir kasus mengalami peningkatan,” imbuhnya.
Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.
Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan selanjutnya vaksinasi menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun.

