Selamatkan Bank BPD Bali, Bukan dengan Membangun Kantor Megah nan Boros

0
219

Ket foto : Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi

Balinetizen.com, Denpasar

Rencana Bank BPD Bali membangun kantor megah senilai Rp.140 M membuat banyak pengamat ekonomi keuangan terperangah

Hal tersebut dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat: ekonomi dan kecenderungan masa depan, Minggu 25 Januari 2026.

Menurut Jro Gde Sudibya, Bank kebanggaan daerah ini diperkirakan sedang mengalami tekanan keuangan akibat:

a.Besarnya pinjaman dari sejumlah pemerintah daerah, yang sekaligus pemegang saham bank. Akibatnya, Direksi mengalami “ewuh pakewuh” dalam pemberian pinjaman.

b.Pemberian pinjaman dalam relasi kuasa, sehingga menjadi amat sulit bagi Bank dalam melakukan analisis kredit lugas, untuk keamanan dan keselamatan kredit. Konsekuensinya risiko kredit bermasalah menjadi tinggi.

c.Dana murah jangka pendek akan semakin sulit diperoleh, karena dana transfer daerah tahun 2026 akan berkurang 24 persen, penempatan dana Pemda akan dibatasi oleh semakin ketatnya pengawasan kementrian keuangan.

Dikatakan, tantangan mendesak bagi Bank BPD Bali, menyehatkan portepel asetnya: lebih menjadi likuid, menekan risiko kredit.

“Dukungan dan pengertian pemegang saham serta politik anggaran di masing-masing DPRD dan di DPRD Bali menjadi sangat penting,” katanya.

Menurutnya, elit kekuasaan yang menjadi pemegang saham di Bank ini, tidak membuat bank ini sebagai tempat “pelarian” jika APBD mengalami tekanan defisit, terlebih-lebih yang lahir dari kebijakan anggaran yang populis dan boros.

“Jangan jadikan bank ini sebagai “pelengkap penderita”, dengan potensi mengalami krisis likuiditas akut,” katanya.

Menurutnya, di era: ekonomi digital, perbankan digital, era “Internet is every things”, pembangunan kantor senilai Rp.140 M, di tengah kondisi keuangan yang tertekan, sudah tentu tidak tepat dan juga merupakan pemborosan.

“Tantangan ke depan bagi bank ini, sebagai bank kebanggaan daerah, menjadi lembaga keuangan utama sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Bali, plus “Bapak Angkat” ratusan LPD dan Koperasi untuk mendorong lebih cepat dan berkelanjutan ekonomi kerakyatan terutama ekonomi perdesaan,” kata Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat: ekonomi dan kecenderungan masa depan.

Baca Juga :  Update Penanggulangan Covid-19, Senin, 11 Januari 2021

Jurnalis : Nyoman Sutiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here