Sempat Batal, Dua SD Negeri Minim Siswa Akhirnya Digabung

0
269

Ilustrasi

Balinetizen.com, Jembrana

Dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) minim siswa bahkan tidak mendapatkan siswa setiap tahun ajaran baru akhirnya diregrouping atau digabung. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Pemkab Jembrana sudah mulai melakukan evaluasi terhadap kedua SDN tersebut.

Rencana regrouping atau penggabungan SDN Blimbingsari di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya dan SDN 3 Pekutatan, Kecamatan Pekutatan sebelumnya sempat terhambat bahkan batal. Hal ini dipicu terkait status guru PPPK yang konon sesuai aturan tidak bisa pindah dalam waktu tertentu.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BKPSDM terkait status guru PPPK di sekolah yang akan diregrouping,” ujar Kadis Dikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra.

Dari koordinasi itu, sambungnya, sesuai dengan regulasi yang baru, guru dengan status PPPK yang sebelumnya tidak boleh pindah dalam kurun waktu tertentu, sudah bisa pindah namun ke sekolah induk.

Pihaknya tidak mungkin melakukan regrouping sebelum ada aturan yang jelas. Terlebih jika guru PPPK telah mendapatkan SK. “Mereka akan mengajar dimana?. Itu kendala kita kemarin. Tapi sekarang sudah bisa,” jelasnya.

Dengan diperbolehkannya guru PPPK pindah, pihaknya kini sedang mulai melakukan proses regrouping terhadap kedua sekolah dasar tersebut. Apalagi di tahun ajaran ini kedua sekolah itu sudah tidak mendapatkan siswa.

Menurutnya, SDN Blimbingsari di Kecamatan Melaya dan SDN 3 Pekutatan di Kecamatan Pekutatan akan digabung ke sekolah terdekat. Namun orang tua siswa diberikan kebebasan dalam memilih sekolah. “Kami memberikan kebebasan kepada orang tua siswa. Apakah ke sekolah yang akan digabung atau ke sekolah lain.

“Kalau di Pekutatan, beberapa orang tua siswa sudah mengajukan untuk pindah ke sekolah lain. Jaraknya juga tidak terlalu jauh. Ini kita bantu,” terangnya.

Baca Juga :  Bahlil: UU Cipta Kerja adalah UU masa depan

Dalam regrouping juga tidak ada penambahan rombel (rombongan belajar) atau menambah kelas, Karena dari dua sekolah yang akan digabung hanya tersisa belasan siswa saja. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here