Balinetizen.com, Badung
Kepolisian Polsek Kuta Selatan menindaklanjuti kejadian keributan antara seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat dan pemilik alat berat di lokasi proyek belakang Hotel Mamo, Jalan Pantai Suluban, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Minggu (23/11/2025) pagi.
Insiden yang sempat viral di media sosial itu berujung perkelahian, aksi kejar-kejaran, hingga pemukulan menggunakan kayu tumpul dan senjata tajam.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WITA dan dilaporkan ke polisi sekitar pukul 11.00 WITA. Polisi langsung melakukan pulbaket, mengamankan terduga pelaku WNA berinisial MD (29), korban, saksi-saksi, serta sejumlah barang bukti.
Korban, Ni Komang Sri Hartati Rahayu Ningsih (47), mengaku saat kejadian dirinya tengah berada di proyek untuk membersihkan alat yang sebelumnya disiram solar oleh WNA tersebut dua hari sebelumnya.
“Sekitar pukul 09.30 WITA WNA itu kembali datang ke lokasi proyek dengan berkata bernada tinggi menggunakan bahasa Inggris yang kami tidak paham, memvideokan kami seakan-akan mau memancing emosi,” ungkap Sri Hartati.
Ia menyebut WNA itu mendekatinya dengan nada tinggi lalu menyentuh pipinya.
“Setelah itu terjadilah keributan antara tenaga kerja saya dengan WNA tersebut karena mereka tidak terima dengan apa yang dilakukan,” tambahnya.
Tak lama setelah pergi, WNA itu kembali dengan membawa kayu tumpul dan senjata tajam menyerupai parang.
“WNA itu langsung mengejar kami dan memukul saya di bagian belakang sebelah kanan menggunakan kayu. Saya langsung jatuh, penglihatan buram, dan merasa pusing,” ujar Sri Hartati.
Korban kemudian diamankan oleh security sekitar.
Saksi lain, Damami Amik Wijayanto (45), yang mengantar tamu ke proyek, juga melihat WNA tersebut berteriak-teriak dari hotel sebelum datang menghampiri para pekerja.
“WNA itu berbicara dengan nada tinggi dan mencolek pipi ibu Sri Hartati. Tenaga kerja tidak terima, mengambil kayu untuk menakuti biar WNA pergi. Tapi situasi memanas sampai terjadi pemukulan,” jelasnya.

Setelah sempat pergi, WNA itu kembali dengan membawa parang.
“Ia memukul ibu Sri Hartati sampai jatuh tersungkur, lalu menyerang orang-orang di sekitar proyek. Karena melihat WNA membawa sajam, semua tenaga kerja lari menyelamatkan diri,” terangnya.
Akibat kejadian ini, korban Sri Hartati mengalami pusing akibat pukulan benda tumpul di belakang leher kanan, luka lecet di kedua siku dan luka lecet pada lutut kiri
Sementara WNA MD mengalami luka robek di atas telinga kiri, luka lecet di kedua lutut dan luka lecet pada siku kiri
Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan telah mengamankan terduga pelaku WNA, korban, saksi, dan barang bukti.
Pihak kepolisian juga telah melalukan tes urine terhadap WNA dengan hasil negatif narkoba.
“Hingga kini kami masih menghadapi kendala terkait ketersediaan penerjemah (translator) bersertifikasi untuk pemeriksaan WNA,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi, Minggu (23/11/2025).
Pihaknya menegaskan kasus ini telah ditangani Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan dan seluruh pihak yang terluka sudah mendapat penanganan medis.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

