Koster Tegur Para Kadis ‘Lembek’ dan ‘Sempoyongan’

0
137

 

 

Balinetizen.com, Denpasar 

Gubernur Bali Wayan Koster menegur sejumlah pejabat setingkat Kepala Dinas (Kadis) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali yang dinilai kurang progresif dalam menghadapi berbagai persoalan di Pulau Dewata.

Teguran tersebut disampaikan Koster saat memberikan arahan di Art Center Denpasar, Kamis (26/3/2026). Ia bahkan menyebut ada pejabat yang terlihat “lembek” dan sempoyongan atau tidak tegas dalam menjalankan program kerja.

Sejumlah kepala dinas yang disorot antara lain Kepala Dinas Kesehatan Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes, Kepala Dinas Perhubungan Bali, Kadek Mudarta, ST., M.AB serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bali, I Made Dwi Arbani, S.T.P., M.Si.

Menurut Koster, kompleksitas persoalan di Bali saat ini menuntut kerja nyata dan sikap tegas dari para pejabat, khususnya dalam menangani isu lingkungan yang semakin mendesak.

“Program harus benar-benar jalan. Jangan setengah-setengah. Kita tidak punya waktu untuk bersikap lemah,” tegasnya.

Fokus Sampah: TPA Suwung Dikebut

Isu paling krusial yang disorot adalah pengelolaan sampah, terutama keberadaan TPA Suwung yang ditargetkan berhenti beroperasi secara bertahap.

Koster menegaskan, mulai 31 Maret 2026 menjadi batas akhir pembuangan sampah organik ke TPA Suwung. Selanjutnya, pada periode 1 April hingga 31 Juli 2026, hanya sampah residu yang diperbolehkan masuk.

Ia menekankan bahwa pengolahan sampah harus diselesaikan dari sumbernya melalui berbagai skema seperti TPS3R, TPST, komposter, hingga teba modern di masing-masing kabupaten/kota.

“Jangan sampai ini jadi bom waktu di tempat lain. Semua daerah harus punya konsep dan eksekusi nyata dalam mengelola sampahnya sendiri,” tegas Koster.

Pemprov Bali juga akan menggelar rapat bersama para bupati dan wali kota untuk memastikan kebijakan ini berjalan sesuai target.

Baca Juga :  Sejumlah Arahan Presiden dalam Rakernas Kementerian Perdagangan

Target Ruang Hijau Naik hingga 50 Persen

Selain sampah, Koster juga menyoroti pentingnya perluasan kawasan hijau di Bali. Saat ini, luas ruang terbuka hijau baru mencapai sekitar 23 persen.
Ia menargetkan peningkatan minimal hingga 30 persen, bahkan mendorong hingga 50 persen dalam jangka panjang.

“Kita butuh kawasan hijau lebih luas, ini penting untuk lingkungan, kesehatan masyarakat, dan citra pariwisata Bali,” ujarnya.

Karena itu, Koster juga meminta Dinas LHK Bali agar bekerja lebih detail dan progresif dalam menyusun rencana penanaman, termasuk pengembangan tanaman endemik Bali.

Beberapa tanaman yang menjadi perhatian antara lain bunga jepun, dasa pucuk, dan pohon arjuna. Ia bahkan mengungkapkan pesan khusus dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, agar menjaga kelestarian tanaman khas Bali tersebut.

“Jangan sampai kita lalai. Tanaman endemik ini bagian dari identitas Bali,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Koster menegaskan bahwa seluruh kepala dinas harus meninggalkan pola kerja yang lamban dan nyaman.

Ia menginginkan jajaran OPD bekerja lebih progresif, terukur, dan berani mengambil langkah konkret demi menyelesaikan persoalan Bali secara menyeluruh.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here