Setuju Demo Kekuasaan yang Korup, tetapi Jangan Korbankan Industri Pariwisata Bali

0
230

Balinetizen.com, Denpasar

Kekuasan korup telah nyaris meluluh-lantakkan bangun etika moral politik negeri ini, mesti diingatkan dan juga dilawan dengan cara-cara demokratis dalam koridor konstitusi.

Hal itu dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi Bali, anggota MPR RI Utusan Daerah Bali 1999 – 2004, Kamis 4 September 2025 di Denpasar menanggapi aksi demo masyarakat di sejumlah titik di Denpasar Bali.

“Demonstrasi untuk para koruptor perlu terus dilakukan, akan tetapi jangan korbankan industri pariwisata Bali, industri yang mempersyaratkan keamanan, rasa aman dan persepsi akan rasa aman,” kata Jro Gde Sudibya kepada wartawan media online metrobali.co.id.

Dikatakan, industri pariwisata dalam artian luas, telah berkontribusi dalam pembentukan pendapatan masyarakat Bali sekitar 70 persen dan juga penciptaan kesempatan kerja, kalau industri ini terganggu akan langsung menohok kehidupan ekonomi umumnya masyarakat Bali.

“Kita mesti bercermin dari pengalaman pahit Pandemi Covid – 19 tahun 2020 – 2021. Pariwisata Bali mati suri, ekonomi Bali tumbuh negatif 9,3 persen.UMKM pariwisata mati suri, pengangguran terjadi, banyak dari pekerja pariwisata pulang ke Desa tanpa penghasilan. Masyarakat secara umum menderita,” katanya .

Menurutnya, “Luka” pandemi yang sampai sekarang belum seluruhnya sembuh, karena penghentian kebijakan restrukturisasi perbankan, banyak UMKM masih kesulitan keuangan dan tidak sedikit yang usahanya tutup. Mereka yang berkuasa tampaknya tidak peduli.

Jurnalis : Nyoman Sutiawan

Baca Juga :  Gebyar Bulan Vitamin A, Jembrana Capai 100 Persen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here