Balinetizen.com, JembranaÂ
Pelaksanaan vaksinasi emergency oleh Tim Medik Veteriner Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana berhasil memvaksin puluhan ekor HPR (Hewan Penular Rabies), Selasa (23/6/2026). Kegiatan menyasar HPR anjing dan kucing liar maupun peliharaan warga.
Langkah ini menyikapi hasil laboratorium BB-Veteriner Denpasar bahwa sampel anjing ras yang menggigit tiga warga di Desa Tegal Badeng Timur (TBT), Kecamatan Negara dinyatakan positif rabies. Pelaksanaan vaksinasi emergency ini juga untuk mencegah penyebaran virus rabies ke HPR liar atau pun peliharaan warga dan ke manusia.
“Vaksinasi emergency dilaksanakan oleh teman-teman Tim Medik Veteriner Kecamatan Negara. Petugas menyasar anjing dan kucing milik warga sekitar lokasi gigitan sampai radius kisaran 3 kilometer dari titik kejadian,” terang I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (PKH-Kesmavet) pada Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Pemkab Jembrana, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya vaksinasi emergency dilakukan berkelanjutan dan d hari pertama kegiatan sebanyak 50 ekor HPR terdiri dari 20 ekor anjing dan 30 ekor kucing. Jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah karena vaksinasi lanjutan akan kembali dijadwalkan dengan melibatkan Tim Siaga Rabies (Tisira) desa setempat.
Ia menjelaskan kegiatan vaksinasi emergency dilakukan secara door to door dengan mendatangi setiap rumah warga yang memelihara kucing maupun anjing.
Petugas, kata dia juga melakukan edukasi mengenai upaya pencegahan rabies. Pemilik HPR diminta tidak melepasliarkan hewan peliharaannya agar tidak berkontak dengan HPR lainnya yang status kesehatannya tidak diketahui. Warga juga diimbau untuk memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin.
Vaksinasi emergency merupakan tindak lanjut dari kasus gigitan yang menimpa tiga warga Desa Tegal Badeng Timur pada 15 Juni 2026 lalu. Sehari kemudian, 16 Juni 2026 anjing yang telah menggigit warga diketahui mati.
Menindaklanjuti laporan warga, di hari yang sama, 16 Juni 2026, petugas kemudian melakukan pengambilan sampel dan selanjutnya di kirim ke BB Veteriner di Denpasar. Dari hasil uji laboratorium yang diterima 21 Juni 2026 terkonfirmasi positif rabies. (Komang Tole)

