Singaraja Bersolek, Siap Benahi Jaringan Listrik, Telkom Dan PDAM Bawah Tanah Di Kawasan Heritage

0
203

Balinetizen.com, Buleleng –

 

Meningkatkan pelayanan dibidang kelistrikan, telekomunikasi dan PDAM (Utilitas), pihak Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mulai melakukan penataan jaringan utilitas di kawasan titik nol Kota Singaraja. Artinya upaya tersebut
menjadi bagian dari rencana besar penataan kawasan Heritage yang mencakup area Patung Singa Ambara Raja hingga depan Makam Pahlawan Curastana Singaraja.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengatakan seluruh jaringan kabel listrik, telekomunikasi, dan pipa PDAM akan dipindahkan ke bawah tanah. Yangmana dilakukannya penataan, untuk memperindah wajah Kota Singaraja dan sekaligus juga meningkatkan keamanan maupun kenyamanan masyarakat.
“Penataan kabel bawah tanah sangat penting, karena kita bekerja di kawasan titik nol Singaraja. Hal ini agar tampilan kawasan jadi lebih rapi dan estetika kota bisa maksimal,” jelasnya pada Sabtu (22/11/2025) di Singaraja.

Iapun menegaskan sistem kabel bawah tanah tersebut akan dibangun sejajar dengan jaringan drainase. Namun dengan menggunakan jalur dan konstruksi berbeda.
“Untuk air ada saluran khusus, sedangkan kabel memiliki jalur beton tersendiri. Jadi antar fungsi tidak saling mengganggu,” terang Adipta.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dilakukannya penataan utilitas ini, melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Dalam hal ini, seluruh pihak telah menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam mewujudkan Singaraja sebagai Kota Heritage yang tertata rapi.
“Kita ingin kawasan ini jadi percontohan. Karena Singaraja punya nilai sejarah tinggi yang harus dijaga,” ucap Adiptha

Tahap pertama penataan utilitas bawah tanah akan dimulai dari kawasan timur, yakni di depan Kantor DPRD Buleleng. Pekerjaan kemudian dilanjutkan ke arah barat sampai Jalan Pahlawan, depan Taman Makam Curastana, serta ke sisi utara depan Jalan Krisna area Rumah Sunda Kecil salah satu bangunan heritage bersejarah di Singaraja.

Baca Juga :  Luncurkan Defend ID, Presiden: Jadikan Lompatan Transformasi Industri Pertahanan Indonesia

Selain memindahkan utilitas ke bawah tanah, kawasan heritage titik nol juga akan dilengkapi dengan kamera CCTV dan penjaga keamanan sebagai pengawasan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru.”Pemerintah menargetkan proporsi RTH mencapai minimal 30 persen dari total area sebagai upaya menjaga kualitas udara dan pengendalian polusi,” ungkap Adipta

Untuk menunjang estetika dan keamanan kawasan, menurutnya gardu listrik yang selama ini berada di ruang terbuka juga akan dipindahkan ke lokasi tertutup di belakang gedung galeri Kantor Bupati Buleleng.
“Tidak ada lagi gardu di pinggir jalan. Semuanya kita siapkan tempat khusus agar lebih indah dipandang dan lebih aman,” tegasnya.

Seperti yang disampaikan Sekretaris Daerah Buleleng Gede Suyasa beberapa hari lalu, bahwasannya langkah tersebut sejalan dengan visi Bupati Buleleng lima tahun ke depan, yakni menjaga serta memperkuat identitas kawasan heritage di sekitar Tugu Singa Ambara Raja dan Kantor Bupati Buleleng.
“Penataan akan menyentuh lingkungan, sanitasi hingga utilitas. Seperti kabel dan pipa yang selama ini tidak tertata. Semua akan diatur ulang, agar kawasan ini benar-benar bernuansa heritage. Semua kabel listrik, telekomunikasi, dan pipa PDAM yang semula semrawut akan dipindahkan ke bawah tanah,” terang Suyasa

Dinas PUTR menargetkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan proses tender proyek dapat rampung pada akhir Tahun 2025 ini. Dengan begitu, pelaksanaan fisik proyek bisa dimulai pada awal 2026 dan diselesaikan dalam waktu enam bulan.
“Waktu kerja kita padat. Karena pada Juli kawasan harus steril. Jadi semua harus selesai tepat waktu,” pungkas Adiptha. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here