SMK Negeri 2 Jember Terapkan Pembatasan Gadget, Fokus Pembelajaran Tetap Utama

0
42

Balinetizen.com, Jember

SMK Negeri 2 Jember menerapkan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah sebagai tindak lanjut arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kebijakan tersebut membatasi siswa membawa telepon seluler, dan mengatur penggunaannya selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

Kepala Tata Usaha SMK Negeri 2 Jember, Amrul, mengatakan setiap siswa tetap diperbolehkan membawa gadget ke sekolah. Namun, ketika memasuki kelas, khususnya saat kegiatan praktik, gadget dikumpulkan di dalam kotak atau box yang telah disediakan oleh masing-masing jurusan.

“Kita membatasi penggunaan gadget, tetap dipersilakan membawa. Hanya penggunaannya ketika masuk di dalam kelas, terutama di kelas-kelas yang praktik, sudah disiapkan kotak,” ujar Amrul.

Menurutnya, penerapan tersebut bertujuan agar siswa lebih fokus mengikuti pembelajaran dan praktik. Gadget baru dapat digunakan apabila guru memang membutuhkan perangkat tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Jika guru membutuhkan tambahan materi dari internet, misalnya, salah satu perwakilan kelas dapat mengambil gadget yang tersimpan di dalam kotak untuk digunakan mencari materi. Penggunaan tersebut tetap dibatasi sesuai kebutuhan pembelajaran.

“Setelah selesai mencari tambahan materi, dimasukkan lagi. Sampai jam istirahat. Ketika istirahat diberikan. Nah, ketika masuk lagi, ya harus dimasukkan lagi,” jelasnya.

Amrul menegaskan, pembatasan penggunaan gadget tidak menjadi hambatan bagi proses pembelajaran di era digital. Sebab, dalam kondisi tertentu, perangkat tersebut justru menjadi bagian penting dari kegiatan belajar mengajar.

Salah satunya saat pelaksanaan ujian secara daring. Siswa menggunakan telepon seluler untuk memasukkan identitas, memilih mata pelajaran, hingga mengerjakan soal melalui aplikasi yang telah disiapkan.

Selain lebih praktis, sistem ujian daring juga dinilai lebih efisien karena hasil dapat diketahui dengan lebih cepat sekaligus mengurangi penggunaan kertas.

“Kalau online siswa bisa langsung tahu hasilnya dapat berapa. Lebih mudah dan mengurangi penggunaan kertas,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Sanjaya Launching Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi 6.650 Pekerja Rentan di Tabanan

Dalam penerapannya, penggunaan gadget selama jam pembelajaran diserahkan kepada masing-masing guru. Guru menentukan kapan perangkat tersebut diperlukan dan kapan harus disimpan.

Sementara itu, siswa tetap diberikan kesempatan menggunakan gadget ketika jam istirahat.

Amrul menyebut, sejauh ini penerapan pembatasan penggunaan gadget di SMK Negeri 2 Jember berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kendala berarti. Para siswa dinilai mampu mengikuti aturan yang diterapkan sekolah.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kedisiplinan siswa. Gadget diharapkan tetap menjadi sarana pendukung pembelajaran, bukan menjadi gangguan selama proses belajar berlangsung.

“Harapannya, anak-anak tetap bisa memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran, tetapi juga bisa fokus dan disiplin ketika mengikuti kegiatan di sekolah,” pungkasnya.

Wali murid diimbau lebih aktif mengawasi penggunaan gadget anak di rumah, terutama bagi anak yang gemar bermain game.Pengawasan tersebut diharapkan dapat membantu anak menggunakan gadget

( Bam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here