
Balinetizen.com, Denpasar-
Seiring pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, gerakan solidaritas masyarakat masih terus bergulir. Maklum, dampak dari wabah Covid-19 ini masih sangat dirasakan, terlebih oleh masyarakat yang kehilangan pekerjaan sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sabtu, (13/06/2020).
Kondisi itu mendorong semangat Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) untuk menginisiasi salah satu gerakan solidaritas bernama Cantelan. KAGAMA mengajak komunitas lain, seperti Rumah Pelangi Sant Egidio dan para warga untuk terlibat meramaikan gerakan tersebut.
Salah satu anggota KAGAMA CARE di Bali, Th.Triza Yusino mengatakan bahwa Gerakan Cantelan ini adalah gerakan untuk mendorong semangat #wargabantuwarga agar bisa bergulir lebih merata dan tepat sasaran.
Sebagai informasi, Cantelan adalah sebuah kata yang diambil dari bahasa Jawa dan memiliki arti gantungan. Sehingga, melalui gerakan itu, lanjut Triza, warga yang memiliki sesuatu untuk dibagikan bisa menggantungkannya di tempat yang sudah disediakan, sementara warga yang merasa butuh bisa mengambilnya.
“Semangat untuk peduli berbagi antarwarga sekitar bisa ditumbuhkan dengan memberdayakan komunitas yang ada,” ungkap Triza.
Triza juga menceritakan bagaimana awalnya KAGAMA memulai inisiatif ini. Mulanya, KAGAMA Care atau KAGAMA pusat yang menangani Covid-19 dan KAGAMA Bali memberikan donasi untuk membantu menggerakan tim yang ada di lapangan untuk membuat paket cantelan. Hal itu dimaksudkan sebagai pemantik agar warga pun terlibat berbagi dan saling membantu.
“Harapannya, mereka pun mau terlibat untuk saling bantu antarwarga secara mandiri,” ungkap Triza.
Sebagaimana diketahui, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid – 19. Salah satunya dilakukan dengan memberikan bantuan sembako dan uang tunai agar masyarakat bisa tetap bertahan di masa pandemi ini.
Namun begitu, situasi pandemi yang berkepanjangan membuat bantuan yang diterima tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama pandemi ini. Melihat kondisi tersebut, saat ini dibutuhkan solidaritas antarwarga untuk saling melihat, membantu, dan menjaga satu dengan yang lain untuk bisa meringankan beban pemerintah maupun masyarakat yang terdampak.
Inisiatif KAGAMA CARE dan KAGAMA BALI ini pun disambut baik oleh Johandi Sinaga selaku pengurus Rumah Pelangi Sant Egidio, salah satu komunitas yang terlibat dalam gerakan ini. Menurutnya, ide tersebut sangat kreatif dan sangat efektif untuk dilakukan karena membuat para warga bisa saling bantu dan memperhatikan satu sama lain.
Untuk diketahui bersama Rumah Pelangi Sant Egidio adalah ruang bermain dan belajar informal untuk anak-anak yang yang terletak di Jalan Letda Made Putra Gg III Kota Denpasar, Bali dan berfokus pada pendampingan anak-anak.
Johandi Sinaga juga bercerita, sampai saat ini, Rumah Pelangi Santegidio sudah mencoba membuat paket dengan durasi selama lima hari. “Pada hari ketiga ada lokasi baru yang kami buat yang bersebelahan dengan Gang Rumah Pelangi,”imbuhnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, isian paket yang disediakan sangat bervariasi sesuai dengan kebutuhan, seperti bahan makanan dan alat sanitasi. Johandi berharap para warga pun untuk tergerak dan mau berbagi.
“Puji Tuhan, pada hari ke enam, beberapa warga sudah mulai mencantelkan apa yang mereka miliki dan ada juga yang mengganti cantelan dengan benda yang mereka miliki,” tambahnya.
Rumah Pelangi Sant Egidio juga mengajak para pemuda setempat untuk terlibat dalam Gerakan Cantelan. Mereka juga turut hadir dalam setiap musyawarah yang dilakukan oleh Rumah Pelangi bersama KAGAMA CARE, serta ikut memberikan informasi semangat berbagi ini kepada warga, kepala desa, hingga Dinas Sosial Kota Denpasar.
Hingga kini, tidak sedikit pihak yang mulai terlibat dalam Gerakan Cantelan yang diinisiasi oleh KAGAMA CARE dan KAGAMA Bali. Melalui media sosial dan jaringan, akhirnya mereka mampu mengajak pihak lain untuk turut serta ambil bagian.
Adapun Dinas Sosial Kota Denpasar turut menyumbang paket sembako. Ada pula yang datang secara pribadi untuk memberikan donasi guna memperlancar Gerakan Cantelan ini.
Gerakan ini diharapkan bisa diikuti berbagai pihak dengan konsep untuk makin memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kepedulian berbagai pihak. Dapat berjalan kontinyu dan konsisten hingga masa pandemi berlalu. (hd)
Pewarta : Hidayat
Editor : Mahatma Tantra
