Foto: Anggota Badan Sosialisasi MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, M.H., M.Kn., (Amatra) memberikan paparan materi saat mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan pada Minggu 12 November di Hotel Banyu Alit Singaraja, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
Balinetizen.com, Buleleng
Anggota Badan Sosialisasi MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, M.H., M.Kn., (Amatra) mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat Bali yang juga diikuti masyarakat Buleleng dan para generasi muda pada Minggu 12 November di Hotel Banyu Alit Singaraja, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang disosialisasikan yaitu, Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara, UUD Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka tunggal Ika sebagai semboyan negara.
“Kita perlu terus ingatkan kembali pentingnya kehadiran implementasi nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan terlebih di tahun-tahun politik jelang Pemilu 2024. Persatuan dan kesatuan bangsa harus kita jaga dengan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Jangan sampai karena beda pilihan dalam Pemilu kita terpecah belah sebagai sebuah bangsa,” kata Anggota Komisi II DPR RI Dapil Bali itu.
Adhi Mahendra Putra yang akrab disapa Gus Adhi itu lantas mengingatkan kembali visi dan misi bernegara berdasarkan Pancasila, UUD NRI 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Visi negara Indonesia yakni menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Sedangkan misinya yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
“Visi misi bernegara itu harus kita wujudkan dan kita topang kuat dengan implementasi nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan. Kita ingin membangun rumah kebangsaan yang kokoh sehingga perlu ditopang dengan Empat Pilar Kebangsaan,” katanya.
Dia lantas mengingatkan bahwa kehadiran Pancasila yang semakin jauh dari kehidupan masyarakat ini memicu terjadinya degradasi moral. Dengan sosialiasi Empat Pilat Kebangsaan ini diharapkan masyarakat khususnya generasi muda
Selain persoalan degradasi moral, demokrasi di Indonesia juga dinilai kurang berjalan bagus karena terlalu kebablasan dari sisi etika politiknya, tingginya cost politik dan makin maraknya praktik politik uang atau money politic.
”Jadi ada dua persoalan besar bangsa yakni etos Pancasila dan yang kedua perjalanan demokrasi bangsa, karenanya saya mengangkat tema ini Pentingnya 4 Pilar Kebangsaan Dalam Menyongsong Pemilu Serentak 2024. Dalam Pancasila kita tekankan pentingnya nilai moral dan saya juga ingin menggugah kesadaran masyarakat bahwa suara kita untuk Indonesia,” kata Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali itu.
Dalam paparannya Adhi Mahendra Putra juga menyinggung pemilu sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan dengan asas luber jurdil (langsung umum bebas, rahasia, jujur dan adil). Politisi Golkar asal Jro Kawan Kerobokan, Kabupaten Badung itu juga menekankan pentingnya partisipasi politik warga negara dalam pemilu sebab pemilu itu sendiri merupakan sarana bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam politik.
Partisipasi politik adalah kegiatan warga yang bertindak sebagai pribadi untuk mempengaruhi pembuatan keputusan dalam proses pemerintahan. Pemilu merupakan perwujudan kedaulatan rakyat dan menjadi sarana untuk melakukan pergantian pemimpin secara konstitusional (menurut perundang undangan) serta menjadi sarana bagi pemimpin politik untuk memperoleh legitimasi (keabsahan).
Namun wakil rakyat berhati mulia, gemar berbagi dan dikenal dengan spirit perjuangan “Amanah, Merakyat, Peduli” (AMP) dan “Kita Tidak Sedarah Tapi Kita Searah” ini juga mengingatkan pemilu harus menjadi sarana integrasi atau pemersatu bangsa bukan sebaliknya pemilu untuk memecah belah bangsa.
Sebagai sebuah refleksi dalam konteks persatuan tersebut, Adhi Mahendra Putra lantas mengajak para peserta sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini mencermati bentuk Indonesia di peta yang mirip seperti perahu layar. ”Itulah anugerah Tuhan. Bangsa kita terdiri dari pulau-pulau dan dilihat dari peta seperti berbentuk perahu layar,” kata ujar wakil rakyat yang sudah dua periode mengabdi di DPR RI memperjuangkan kepentingan Bali ini dan baru-baru ini sukses mengawal dan memperjuangkan lahirnya Undang-Undang Provinsi Bali.
Wakil rakyat yang berlatar belakang dari keluarga pendidik dan juga sangat konsern membangun kualitas pendidikan dan SDM Bali ini lantas mengajak masyarakat Buleleng khususnya para generasi muda untuk menjadi bidak perahu layar yang kuat bagi Indonesia membawa perahu layar ini berlayar ke tujuannya sehingga bangsa Indonesia bisa mencapai tujuannya mencapai Indonesia Emas di tahun 2045.
”Apa jadinya sang perahu bila kekuatan luar seperti air masuk ke perahu? Maka perahu akan tenggelam. Maka pesan Tuhan untuk perahumu sampai ke tujuan, buatlah bidak perahu yang kuat sehingga kekuatan luar tidak bisa masuk ke perahu. Jadi melalui Empat Pilar ini marilah kita bangsa Indonesia, marilah menjadi bidak perahu yang kuat sehingga bangsa Indonesia bisa mencapai tujuannya mencapai Indonesia Emas di tahun 2045,” pesan Adhi Mahendra Putra yang juga Ketua Harian Depinas SOKSI dan Ketua Depidar SOKSI Bali ini. (ana)

