Tak Ada “Sekolah Belajar” Tangani Covid-19, Gubernur Koster Terus Berinovasi

0
610
Gubernur Bali Wayan Koster di sela-sela secara simbolis menyerahkan bantuan bahan pokok di Desa Adat Kedonganan, Kabupaten Badung, pada Sabtu (9/5/2020).

Balinetizen.com, Mangupura-

 

Gubernur Bali Wayan Koster terus berupaya keras mempercepat penanganan Covid-19 di Bali sehingga diharapkan. Perkembangan Covid-19 di Bali terus dipantau hari per hari, detik per detiknya di seluruh Bali.
“Kita belajar bagaimana mengelola dan menangani ini dengan baik. Hitungan kita, mudah-mudahan awal Juni mendatang pandemi Covid-19 ini di Bali bisa berakhir,” tegas Gubernur Koster.
Hal ini disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri dan secara simbolis menyerahkan bantuan bahan pokok sebagai bagian dari percepatan penanganan Covid-19 kepada para pemuka agama dan penglingsir Desa Adat Kedonganan, yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Adat Kedonganan, Kabupaten Badung, pada Sabtu (9/5/2020) siang.

Dalam kesempatan ini Gubernur Koster juga memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam penanganan Covid-19 di Bali.
Semenjak Covid-19 ini muncul di Bali, pertama ada satu orang positif (10 Maret 2020) hari itu juga Gubernur Bali bersama Wakil Gubernur dan Sekda memutuskan untuk memberikan status siaga darurat untuk Bali.
Saat itu juga langsung dibentuk Satuan Tugas (Satgas) percepatan penanganan Covid-19 Bali. Bahkan saat itu pemerintah pusat belum menentukan dan menyatakan Indonesia dalam status siaga darurat.
Bali yang pertama kali menyatakan diri dalam status siaga meskipun baru satu orang yang positif saat itu. Status tersebut diberlakukan ke seluruh Bali sehingga bisa menahan penambahan pasien yang positif tersebut.
Tanggal 16 Maret 2020, Gubernur Koster juga membentuk Satgas Gotong Royong se-Provinsi Bali lewat surat keputusan bersama Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat serta PHDI. Lagi-lagi ini yang pertama di Indonesia.

Barulah tanggal 29 Maret Pemerintah Pusat membentuk Gugus Tugas Nasional dan nama Satgas Provinsi yang lebih dahulu terbentuk menyesuaikan namanya menjadi Gugus Tugas Provinsi percepatan Penanganan Covid-19.
Seterusnya, Gubernur Koster terus mengeluarkan kebijakan dan instruksi yang anatra lain mengimbau untuk masyarakat bekerja dari rumah, melaksanakan protokol kesehatan, hingga menghindari kerumunan banyak orang.
Sampai saat ini pun kebijakan-kebijakan terus disusun guna mempercepat penanganan Covid-19 di Bali, agar secepatnya bebas dari pandemi ini.
“Kami terus berinovasi dalam upaya penanganan Covid-19 karena kondisi seperti ini belum ada yang pernah mengalami, tidak ada sekolahnya untuk belajar menangani Covid-19. Negara-negara lain pun belum pernah ada yang mengalami pandemi seperti ini, semuanya baru belajar untuk menangani ini hari per hari,” kata Gubernur Koster.
Tugas gubernur salah satunya yang paling penting adalah membuat kebijakan, instruksi hingga imbauan untuk mengatur warga untuk mencegah penularan makin meluas, masyarakat dan juga lembaga desa adat di bawah, bertugas untuk melaksanakannya dengan baik.
“Semuanya adalah bagian dari cara kita untuk menghadapi Covid-19 ini,” kata Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Gubernur Koster bersyukur SKB Pemprov Bali-MDA-PHDI tentang pembentukan Satgas Gotong Royong ini di seluruh Bali sudah dilaksanakan dengan baik di total 1.493 desa adat. Semuanya melaksanakan tugasnya dengan sangat baik, sangat tertib dan disiplin.
Satgas Gotong Royong di desa-desa adat ini telah menunjukkan hasil nyata untuk pencegahan penularan Covid-19 di wilayah desa adatnya masing-masing. Belum ada provinsi lain yang punya kelembagaan yang dikelola dengan baik seperti di Bali.
“Inilah momentum kita bersama, kebetulan pula saya membentuk Perda Nomor 4 tahun 2019 tentang penguatan Desa Adat di Bali, dengan kewenangan yang kuat. Sehingga saat ini payung hukum dan keberadaan desa adat kita di Bali sangat baik,” ujar Gubernur Koster.

Baca Juga :  ITDC Pastikan Kawasan The Nusa Dua Siap Sambut Pembukaan Pariwisata

 

Sumber : Humas Pemprov Bali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here