Tak Sekadar Cantik, Miss Youth Bali 2026 Dorong Finalis Bersuara dan Menginspirasi

0
215

Balinetizen.com, Denpasar-

Ajang pengembangan remaja putri, Miss Youth Bali, kembali digelar pada Minggu (11/4/ 2026) di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC) dengan mengangkat tema “Bertumbuh Tanpa Meninggalkan Budaya”. Kegiatan ini hadir sebagai wadah bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan potensi diri tanpa melupakan identitas budaya di tengah derasnya arus digitalisasi.

Miss Youth Bali 2026 tidak hanya menampilkan pesona dan kepercayaan diri, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter, kecerdasan, serta kepedulian sosial dan budaya. Para finalis akan mendapatkan pembinaan mulai dari pengembangan kepribadian, kemampuan public speaking, hingga kepemimpinan, serta pemahaman mendalam tentang budaya Bali.

Provincial Director Miss Youth Bali 2026, Anak Agung Istri Agung Kresna Vindhari, mengatakan ajang ini dirancang sebagai ruang positif bagi remaja putri usia 15–20 tahun untuk berkembang secara menyeluruh. Ia menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi pengaruh media sosial seperti TikTok dan Instagram.

“Kami ingin membuat wadah agar anak-anak tidak hanya terpaku pada media sosial, tetapi bisa mengembangkan diri. Media sosial tetap digunakan, namun harus bijak. Harapannya, mereka bisa menjadi sosok yang menginspirasi dan tetap membawa identitas sebagai anak muda Bali,” ujarnya.

Menurutnya, tema yang diusung juga menjadi pengingat agar generasi muda tetap menjaga budaya di tengah era digital. Salah satunya melalui penggunaan kebaya yang menjadi bagian dari identitas perempuan Indonesia. “Tema berkebaya ini juga menjadi ajakan bagi anak muda untuk mengeksplorasi dan mengembangkan kebaya, sekaligus mempromosikannya hingga ke kancah internasional. Kita ingin menunjukkan bahwa kita bangga dan cantik memakai kebaya,” katanya.

Ia menambahkan, menjaga identitas budaya merupakan hal penting, tidak hanya bagi Bali, tetapi juga bagi seluruh daerah di Indonesia sebagai simbol keberagaman.

Baca Juga :  Bupati Sanjaya Menaruh Harapan Besar Terhadap Kemajuan Sepak Bola di Kabupaten Tabanan

Sementara itu, National Director Miss Youth Indonesia, Surya Rivera menegaskan ajang ini tetap mengusung konsep 3B, yakni brain, beauty, dan behavior. Namun, konsep tersebut kini dikembangkan agar para finalis mampu bersuara dan memberi dampak. “Miss Youth Indonesia bukan hanya soal penampilan. Kami ingin para finalis mampu menginspirasi, menyuarakan ide, dan mengajak anak muda lainnya berkembang. Banyak anak muda punya potensi, tetapi belum memiliki platform yang tepat. Di sini kami hadir untuk menjembatani mereka,” ujarnya.

Dukungan terhadap ajang ini juga datang dari berbagai pihak. Anak Agung Teja Shri Sukma Hardy selaku perwakilan Melasti Kuta Beach Hotel & Spa sebagai sponsor venue menyampaikan kebanggaannya dapat terlibat dalam kegiatan yang turut mempromosikan budaya Bali. “Kami bangga bisa menjadi bagian dari Miss Youth Bali. Ajang ini tidak hanya mengenalkan budaya, tetapi juga berpotensi menarik lebih banyak kunjungan ke Bali,” katanya.

Founder YMM Event Organizer, Yongki Perdana, mengakui bahwa penyelenggaraan ajang ini menghadirkan tantangan tersendiri. Meski demikian, ia melihat hal tersebut sebagai proses pembelajaran. “Ini pengalaman pertama saya meng-handle pageant dan tentu banyak tantangan. Namun, kami berusaha memberikan yang terbaik. Pemilihan lokasi di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC) juga karena tempatnya strategis, mudah diakses, serta memiliki fasilitas yang profesional untuk event berskala besar,” jelas Yongki.

Melalui rangkaian kegiatan yang disiapkan, Miss Youth Bali 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi muda perempuan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi inspirasi serta berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

 

Radha-MB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here