Tanam Mangrove Bersama IWO Bali, Giri Prasta Tekankan Perawatan Berkelanjutan

0
40

 

Balinetizen.com, Denpasar

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove melalui penanaman, perawatan, dan pemantauan pertumbuhan secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan pelestarian mangrove tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari kemampuannya tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Giri Prasta saat mengikuti kegiatan penanaman mangrove jenis Avicennia marina bersama Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bali di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ini turut dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar Kombes Pol Leo Dedy Defretes. Kegiatan tersebut juga melibatkan siswa pencinta alam (Sispala) SMA Negeri 1 Kuta dan Sahabat Mangrove Ranger Indonesia.

Giri Prasta menegaskan, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mulai dari melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota, hingga menyerap dan menyimpan karbon yang berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim.

Karena itu, ia meminta upaya penanaman mangrove di Bali diikuti dengan perawatan dan pemantauan secara berkala agar bibit yang ditanam dapat tumbuh optimal.

“Semua masalah tidak bisa diselesaikan sendiri, tetapi bisa diselesaikan dengan solusi bersama. Kami yakin dan percaya pemulihan ini segera bisa ditangani bersama. Mari kita merawat pertiwi, satu mangrove satu juta manfaat,” ujar Giri Prasta.

Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta mengungkapkan bahwa berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, pada 2018 tercatat kerusakan kawasan mangrove seluas lebih dari 18 hektare.

Melalui berbagai upaya penanganan dan pemulihan yang dilakukan secara bertahap, sebagian besar kawasan yang mengalami kerusakan telah ditangani. Saat ini, masih terdapat sekitar 3 hektare kawasan yang dalam proses penataan dan pemulihan.

Baca Juga :  Kemenkes mewaspadai transmisi lokal B117

Ia menjelaskan, pemulihan mangrove di sejumlah lokasi menghadapi tantangan karena kondisi ekosistem belum sepenuhnya mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Untuk itu, diperlukan pendekatan yang tepat, termasuk penggunaan teknologi yang sesuai dengan karakteristik lingkungan di setiap kawasan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan rehabilitasi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Giri Prasta mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga dan memulihkan kawasan mangrove di Bali.

“Astungkara, kawasan mangrove yang pernah rusak sudah ditangani oleh kita semua,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, komunitas lingkungan, dunia pendidikan, insan pers, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Giri Prasta menambahkan, pelestarian mangrove sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menempatkan kelestarian alam sebagai salah satu landasan pembangunan.

Upaya tersebut juga berkaitan dengan nilai Wana Kerthi, yaitu pemuliaan dan penyucian hutan, serta Segara Kerthi, yakni pemuliaan dan penyucian laut.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam, khususnya melalui perlindungan kawasan hutan dan ekosistem pesisir.

Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap kelestarian mangrove dapat terjaga sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan pesisir Bali bagi generasi mendatang.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan penanaman dan pelestarian mangrove, Giri Prasta memberikan bantuan dana sebesar Rp20 juta kepada IWO Provinsi Bali.

Pada kesempatan yang sama, ia turut menyaksikan penandatanganan komitmen bersama antara UPTD Tahura Ngurah Rai dan IWO Provinsi Bali untuk menjaga kelestarian mangrove serta kawasan pesisir Bali.

Komitmen tersebut diharapkan memperkuat kerja sama antara pengelola kawasan konservasi dan insan pers, tidak hanya dalam kegiatan penanaman, tetapi juga dalam mendorong edukasi publik dan kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Kenalkan 7 Milenial sebagai Staf Khusus Baru

Ketua IWO Provinsi Bali, Tri Widiyanti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wagub Giri Prasta atas dukungan terhadap kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut.

Ia menegaskan, insan pers memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan informasi kepada masyarakat. Jurnalis juga dapat berkontribusi secara nyata melalui kegiatan sosial dan lingkungan.

“Kami berkomitmen sebagai jurnalis untuk tidak hanya membuat berita, tetapi juga turut menjaga ekosistem Bali melalui kegiatan penanaman mangrove ini,” ujar Widy jurnalis Metrobali.co.id.

Ia berharap mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, khususnya kawasan pesisir Bali.

Widy juga berharap keterlibatan pelajar dan komunitas lingkungan dalam kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk ikut menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Kegiatan penanaman mangrove bersama IWO Bali ini menjadi momentum untuk menerjemahkan semangat persatuan dan gotong royong dalam tindakan nyata menjaga kelestarian alam.

Keterlibatan pemerintah, insan pers, pelajar, dan komunitas lingkungan menunjukkan bahwa pelestarian mangrove membutuhkan kerja sama berbagai pihak secara konsisten.

Melalui kegiatan tersebut, IWO Bali berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui perawatan mangrove dan pemantauan pertumbuhannya.

Dengan demikian, upaya pelestarian mangrove di Bali diharapkan mampu menjaga fungsi ekologis kawasan pesisir sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here