Balinetizen.com, Kuta-
Suasana hangat dan inklusif menyelimuti 69 Resto & Bar Kuta pada perayaan Natal tahun ini. Restoran yang menjadi bagian dari Grand Istana Rama Hotel tersebut menggelar special dinner buffet bertajuk “Tropical Christmas” dengan tema Vintage Rustic & Tropical pada Kamis (25/12/2025).
Acara ini merupakan rangkaian festive season setelah sehari sebelumnya sukses menggelar “Classic Christmas” yang serba putih. Jika pada malam sebelumnya tamu dimanjakan dengan kalkun panggang (roasted turkey) dan Mongolian Beef, kali ini giliran menu premium yang naik panggung.
Hanya dengan Rp250 ribu, para tamu sudah bisa menikmati puluhan hidangan khas 69 Resto & Bar mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WITA untuk sesi buffet. Menu andalan yang paling diburu malam ini adalah Beef Tenderloin yang juicy serta Mongolian Beef Roll dengan bumbu otentik yang meresap. Tak ketinggalan, area live grill menyajikan aneka panggangan segar yang aromanya menggugah selera di tengah udara tropis Kuta.
Meski sesi makan malam berakhir pukul sepuluh malam, kemeriahan tidak berhenti di sana. Hiburan malam tetap berlanjut hingga pukul 00.00 WITA, di mana tamu masih bisa bersantai memesan bir dan aneka minuman sembari menikmati suasana malam Kuta.
Manager Food & Beverage (F&B) Grand Istana Rama Hotel, Putu Robby Rudita, menjelaskan bahwa pemilihan menu dan tema ini bertujuan memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. “Natal bertepatan dengan momen menyambut akhir tahun. Kami ingin berbagi kehangatan lewat aksen tropis, baik dalam dekorasi maupun makanan dan minuman yang kami suguhkan. Acara ini inklusif, bisa dinikmati wisatawan mancanegara, domestik, hingga masyarakat lokal,” ujar Robby di sela-sela acara.
Robby juga menegaskan bahwa event ini menjadi momentum untuk mematahkan isu miring mengenai pelayanan pariwisata di Bali yang sempat viral. “Kami ingin meluruskan kabar yang terkesan pilih kasih atau rasis. Siapa pun yang datang malam ini adalah keluarga yang memberikan kami penghidupan. DNA pariwisata Bali adalah ketulusan. Kami memberikan servis terbaik tanpa membeda-bedakan,” tegas Robby.
Sementara itu, General Manager Grand Istana Rama Hotel, Ketut Darmayasa, turut memberikan pandangannya mengenai kondisi pasar saat ini. Meski pasar Australia masih mendominasi, ia melihat tantangan besar pada angka hunian hotel di kawasan Kuta secara umum. “Kalau melihat data tahun lalu, okupansi bisa mencapai 74 persen. Namun, saat ini situasinya cukup menantang, bahkan untuk menyentuh angka 60 persen pun sulit. Padahal, Pantai Kuta seharusnya menjadi destinasi yang tidak perlu ‘dijual’ pun tamu akan datang sendiri,” ungkap Darmayasa.
Ia berharap melalui rangkaian acara yang dimeriahkan oleh Live Band, DJ, Fire Dance, hingga Bartender Show ini, kepercayaan wisatawan terhadap Kuta kembali pulih. “Kami berharap dengan kerja sama pemerintah, kita bisa mengembalikan tujuan wisatawan itu kembali ke yang sebenarnya,” tambahnya.
Darmayasa juga menawarkan event rangkaian akhir tahun, 69 Resto & Bar akan menggelar “New Year’s Eve Gala Dinner: Disco Night”. Acara ini menjanjikan kemeriahan yang lebih intens untuk semua segmentasi usia dengan menghadirkan Live Band, DJ, Tari Bali, Modern Dance, Fire Dance, hingga penampilan spesial Drag Queen.
Paket promo “New Year’s Eve Gala Dinner: Disco Night”:
Gala Dinner Eksklusif: Seharga Rp1,3 juta, tamu sudah mendapatkan treatment tambahan berupa minuman wine atau cocktail serta menu yang sangat eksklusif.
Paket Bundle Menginap:Â Hanya dengan Rp1,6 juta, tamu sudah bisa menikmati malam pergantian tahun yang mewah sekaligus menginap di Grand Istana Rama (Golden Rama).
Yuk, Liburan ke Bali! Tunggu apa lagi? Kuta tetap menjadi destinasi paling vibrant untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Dengan sajian kuliner kelas dunia seperti Beef Tenderloin yang menggoda dan paket tahun baru “Disco Night” yang seru, Bali siap menyambut Anda untuk menutup tahun dengan penuh gaya. Sampai jumpa di Pulau Dewata!

