Balinetizen.com, Jembrana
Tiga hari berturut-turut kebakaran lahan terjadi di wilayah Kabupaten Jembrana, Bali. Teranyar lahan persawahan seluas 15 are di wilayah Banjar Anyar Kelod, Desa. Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, terbakar, Minggu (28/7/2024) sore.
Musibah kebakaran tersebut untuk yang ketiga kalinya di bulan Juli 2024. Peristiwa kebakaran lahan pertama terjadi tanggal Jumat (26/7/2024). Api membakar semak belukar di lahan seluas kurang lebih 2 hektar di Deda Pekutatan, Kecamatan Pekutatan.
Kemudian kebakaran lahan terjadi di Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana pada Sabtu (27/6/2024). Api membakar alang-alang dan pohon pisang di lahan seluas 2 are. Terakhir, Minggu (28/7/2024) sore di wilayah Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Api membakar jerami di lahan persawahan seluas 15 are.
Peristiwa kebakaran di lahan persawahan dari informasi berawal ketika penyakap (penggarap sawah) Wayan Swata sekitar pukul 15.45 membakar jerami di lahan persawahan milik Ketut Yudiana.
Tidak berselang lama, diduga disebabkan tiupan angin kencang, api semakin membesar dan kebakaran lahan meluas. Melihat api menyebar kemana-mana, saksi berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, namun tidak berhasil. Karena panik, saksi kemudian melapor ke Polsek Mendoyo untuk meminta bantuan menghubungi pemadam kebakaran (Damkar).
Api berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran (Damkar) Pemkab Jembrana berjibaku memadamkan api. Sebanyak 4 armada Damkar diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.
Kasat Pol PP Jembrana Made Leo Agus Jaya, Minggu (28/7/2024), membenarkan peristiwa kebakaran lahan tersebut. “Kebakaran lahan ini yang ketiga kalinya berturut-turut selama tiga hari,” ujarnya.
Kasat Pol PP menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan lebih bijak dalam melakukan pembersihan ladang maupun sampah dengan tidak membakar sampah atau ladang. Karena musim kemarau dengan angin kencang sangat berpotensi timbulnya kebakaran. (Komang Tole)

