Balinetizen.com, Buleleng-
Pada hari Minggu, 21 Juli 2024, sekitar pukul 19.00 WITA, telah terjadi peristiwa penemuan orang meninggal dunia di sebuah kamar kos yang beralamat di Jalan Cokroaminoto Gg. Mawar 1 No. 14, Banjar Sedana Merta, Kelurahan Ubung, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar.
Peristiwa ini terjadi di dalam kamar kos milik Ni Made Sarmi yang beralamat di Jalan Cokroaminoto Gg. Mawar 1 No. 14, Banjar Sedana Merta, Kelurahan Ubung, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar.
Korban dalam peristiwa ini adalah I Dewa Nyoman Panca, laki-laki, berusia 54 tahun, seorang tukang bangunan, yang beralamat KTP di Jalan Setiabudi Gg. Parikesit, Desa Penarukan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menjelaskan, Pada hari Sabtu, 20 Juli 2024, sekitar pukul 07.00 WITA, saksi I Made Griada melihat korban keluar dari kamarnya sambil mencuci piring di halaman kos. Saat itu, korban sempat memberitahu bahwa dirinya sakit dan sudah satu minggu tidak bekerja. Saksi 1 menyarankan korban untuk berobat.
Saksi 1 atas nama I Made Griada (42) dan korban adalah tetangga kos. Saksi tinggal di kamar kos depan sementara korban tinggal di kamar kos belakang. Korban telah tinggal di kos tersebut selama enam bulan dan bekerja sebagai kuli bangunan.
Pada hari Minggu, 21 Juli 2024, sekitar pukul 19.00 WITA, saksi 1 curiga karena tidak melihat korban keluar kamar kos selama satu hari. Karena khawatir, saksi memanggil korban berulang kali namun tidak ada jawaban.
Saksi kemudian memberanikan diri untuk melihat korban di dalam kamar kos. Saat membuka kamar kos korban, saksi melihat korban dalam posisi tengkurap, kepala mengarah ke utara dan kaki mengarah ke selatan, serta dalam keadaan telanjang.
Melihat kondisi tersebut, saksi 1 langsung lari ke rumah saksi 2, I Nyoman Trimayasa (48), dan memberitahukan bahwa korban sudah meninggal. Saksi 2 kemudian menuju rumah kos korban dan menghubungi petugas keamanan (Polsek Denpasar Utara).
Saksi 2 awalnya tidak mengetahui kejadian tersebut hingga diberitahu oleh saksi 1. Saksi 2 kemudian melihat korban dalam posisi tengkurap dengan kondisi kepala mengarah ke utara dan kaki mengarah ke selatan, dalam keadaan telanjang, dengan celana panjang jenis training warna biru yang melorot.
Sebelum korban diketahui meninggal, korban sempat mengeluh sakit kepada saksi 1.
“Dari hasil pemeriksaan luar pada fisik korban oleh Petugas Sie Ident Satreskrim Polresta Denpasar, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan fisik, selain kondisi korban yang sudah kaku saat pemeriksaan luar.
Jenazah korban dibawa ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUP Sanglah untuk penanganan lebih lanjut,” pungkas Sukadi.
(Jurnalis: Tri Widiyanti)

