Tujuh Anak Punk Dipulangkan ke Jawa

0
239

 

Balinetizen.com, Jembrana

Tujuh remaja yang mengaku sebagai anak punk dipulangkan ke daerah asalnya di Jawa. Mereka datang ke Bali tidak memiliki tujuan pasti dan idak membawa bekal cukup.

​Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengatakan, ketujuh remaja, empat perempuan dan tiga laki-laki itu ditemukan saat duduk-duduk di kawasan water bee, Teluk Gilimanuk, Senin (1/9/2025) sekitar pukul 16.40.

“Mereka mengaku dari Jember, Sidoarjo dan Gresik. Usia mereka kisaran 14 sampai 16 tahun,” ujar Lurah Toni, Selasa (2/9/2025).

Mereka mengaku membeli tiket sehingga bisa menyeberang ke Bali dengan naik kapal feri dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Setelah sampai di Pelabuhan Gilimanuk, mereka langsung menuju area Water bee, Teluk Gilimanuk untuk menunggu temannya dari Surabaya.

Mengingat mereka masih di bawah umur dan tidak membawa bekal cukup serta tidak memiliki tujuan yang jelas, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan petugas terkait untuk mengawal proses pemulangan mereka ke Jawa.

“Mereka kembali ke Pelabuhan Ketapang naik kapal feri. Ini langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kami,” jelasnya.

​Lurah Tony mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap mobilitas remaja, terutama yang berpergian jauh tanpa pendampingan orang tua. (Komang Tole)

Baca Juga :  Pemkab Jembrana Salurkan Bantuan Sembako Kepada Warga Yang Terdampak Langsung Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here