Wabup Kembang Turun Langsung Tinjau Kebakaran Pura Puseh Banyubiru

0
332

Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Turun Langsung Tinjau Kebakaran Pura Puseh Banyubiru Senin malam ( 2/9)

Balinetizen.com, Jembrana

Musibah kebakaran yang memporak porandakan enam bangunan pelinggih Pura Puseh Desa Pekraman Banyubiru, mengundang keprihatinan dari Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Senin malam ( 2/9) , Kembang meninjau langsung kondisi pura setempat didampingi Bendesa adat Desa Banyubiru I Nyoman Jayadrata. Peninjauan itu juga disaksikan beberapa pemangku pura serta krama adat Banyubiru.

Kondisi pura pasca kebakaran ternyata cukup parah. Kebakaran di pura yang baru lima tahun lalu ngenteg linggih diduga karena pembakaran sampah dilahan sebelah timur pura. Api dengan cepat merambat, selain karena faktor angin juga atap pelinggih yang berbahan ijuk mudah terbakar. Saat Wabup Kembang datang, dilokasi juga masih terlihat puing-puing berserakan menandakan betapa hebatnya kebakaran yang terjadi sejak Senin sore, (2/9).

Dijelaskan Jayadrata selaku bendesa adat, Pelinggih yang terbakar di utama mandala diantaranya Gedong Brahma, Taksu, Meru Tumpang Pitu, Meru Tumpang Telu, dan Pepelik. Sedangkan dibagian madya mandala, selain Pelinngih Rambut Sedana, juga satu dari tiga pretima ikut terbakar. Dari kejadian itu diperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp.1,3 milyar.

“Tentu kami semua sangat terpukul akan musibah ini. Mengingat rencananya hari ini (2/9), krama akan berkumpul menggelar paruman persiapan piodalan yang akan dilaksanakan pada Hari Purnama Sabtu (14/9) mendatang. Tapi inilah musibah, “tutur Jayadrata.

Dari hasil paruman dengan pemucuk, pemangku serta krama, disepakati pihak desa adat akan segera menggelar Pecaruan Agung dengan tingkatan Upacara Bebangkit. “Waktunya sedang dipersiapkan, selambatnya sembilan hari dari sekarang” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan akan secepatnya mengkordinasikan dengan OPD terkait untuk menindaklanjutinya. Musibah ini juga disebut Kembang , hendaknya dijadikan pelajaran yang mahal bagi masyarakat, agar jangan lagi membakar sampah terlebih lagi saat musim kering seperti sekarang ini. “Musibah ini mengajarkan kita semua selalu waspada dan berhati-hati, agar musibah serupa tidak terulang lagi,” himbaunya.(Humas Pemkab Jembrana)

Baca Juga :  H+1 Coblosan Pilkada, Pj Gubernur Mahendra Jaya Bersama Kapolda dan Pangdam IX/Udayana Monitoring Wilayah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here