Warga Serangan Bersukacita, Dapat Bantuan Beras dari Pemerintah hingga Juni 2024

0
187

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto baru-baru ini menyampaikan keputusan Presiden Joko Widodo yang memberikan bantuan pangan kepada 98 warga di Serangan, Denpasar Selatan, yang terkena dampak bencana El Nino.

Inisiatif ini, yang bertujuan untuk memitigasi dampak terhadap masyarakat, merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menstabilkan meroketnya harga beras dan memerangi kemiskinan ekstrem, dengan rencana untuk menjangkau 22 juta penerima manfaat hingga Juni 2024.

Airlangga Hartarto menekankan keterlambatan panen selama dua bulan, sehingga mendorong keputusan presiden untuk memperpanjang bantuan hingga Juni.

Bantuan tersebut, berjumlah total 10 kg per bulan, bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem hingga mendekati angka nol pada tahun 2024.

“Diperkirakan panen kita mundur dua bulan. Oleh karena itu Pak presiden dalam sidang kabinet memutuskan untuk memperpanjang sampai dengan bulan Juni untuk 22 juta penerima bantuan pangan, nah ini besarnya 10kg/bulan dan ini dengan sasaran selanjutnya juga untuk mengurangi atau penghapusan ekstrim yang direncanakan diprogramkan pemerintah tahun 2024 kemiskinan ekstrim mendekati nol,” kata Airlangga usai memberikan bantuan tersebut di Kelurahan Desa Serangan, Denpasar Selatan, Sabtu 13 Januari 2024

Upaya ini juga, katanya untuk mengatasi kenaikan harga beras, sehingga berkontribusi terhadap pengurangan inflasi.

Menteri meyakinkan bahwa stok beras di Denpasar tetap mencukupi, dan dana pemerintah cukup untuk melanjutkan dukungan.

Inisiatif ini tidak hanya membantu masyarakat yang rentan tetapi juga berkontribusi dalam menstabilkan harga beras, yang merupakan faktor penting dalam mengendalikan inflasi.

Selain bantuan beras saat ini, Airlangga menyebutkan alokasi bantuan tunai yang akan datang, dan peraturannya sedang dalam proses.

Di Denpasar saja, jumlah penerima bantuan pangan meningkat dari 4426 menjadi 4533, hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan bantuan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Buka Puasa Bersama Wartawan

Penerima manfaat seperti Ni Made Nina Suciati dan Jumbriana, yang masing-masing merupakan penjual jajanan keliling dan nelayan, menyatakan terima kasih dan mendesak pemerintah untuk terus melanjutkan bantuan.

Mereka menekankan dampak signifikan terhadap rezeki sehari-hari mereka.

“Ya kalau bisa teruskan karena sangat membantu,” ungkap mereka saat ditanya Menteri Airlangga.

Pimpinan Wilayah Bulog Bali Sony Supriyadi membenarkan kecukupan beras Bali dengan stok kurang lebih 3000 ton.

Meskipun pasokan bantuan pangan pada bulan Januari aman, ia mencatat kebutuhan sebesar 15.000-16.000 ton hingga Juni 2024, sehingga memerlukan bantuan pusat.(Tri Prasetiyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here