WHO Kirim 700 Konsentrator Oksigen dan Pasokan Penting Lainnya saat Indonesia Terus Berlomba untuk Menahan Penularan COVID-19

0
581

Ilustrasi

Balinetizen.com, Jakarta

Dengan peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya, Indonesia sebagai negara yang luas, telah mengalami tekanan yang signifikan pada sistem layanan kesehatan. Salah satu tantangan yang mendesak adalah menjaga pasokan oksigen yang cukup untuk merawat pasien dengan penyakit COVID-19.

Mendukung Indonesia dalam merespons pandemi COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendatangkan 700 konsentrator oksigen dan peralatan pendukungnya untuk Indonesia, sebagai tambahan persediaan alat pendukung layanan kesehatan.

Tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (6/08), Kementerian Kesehatan akan segera mengalokasikan oksigen konsentrator tersebut untuk fasilitas kesehatan yang tersebar di Indonesia.

“Kita tidak bisa melawan pandemi ini sendirian, kita harus melakukannya bersama-sama. Kita tidak dapat secara eksklusif menyelamatkan grup, organisasi, atau negara tertentu saja. Kita harus bekerja secara inklusif dengan semua kelompok masyarakat di dunia untuk mengatasi pandemi ini,” ucap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, “Kami menyambut baik dan menghargai dukungan kepada Indonesia dalam upaya kami melawan pandemi COVID-19.”

WHO memberikan dukungan teknis untuk Kementerian Kesehatan dan para mitra dengan mengerahkan staf teknis untuk mendukung Kementerian Kesehatan dalam menanggapi pandemi. WHO juga mendukung upaya berbagai pemangku kepentingan di Indonesia untuk mempercepat pemerataan vaksinasi nasional untuk melindungi masyarakat Indonesia, mulai dari yang paling rentan.

“Mobilisasi alat pendukung kritis untuk menanggulangi COVID-19 ke Indonesia merupakan salah satu upaya yang menunjukkan solidaritas global untuk mengatasi ancaman global,” kata Dr. N Paranietharan. “Dengan kekurangan oksigen yang dilaporkan, banyak rumah sakit dan unit perawatan intensif sudah melebihi kapasitasnya; Kita membutuhkan dukungan di tingkat nasional dan internasional untuk mengatasi masalah ini bersama-sama.”

Indonesia merupakan salah satu negara yang melaporkan peningkatan signifikan dalam kasus baru dan kematian dalam sebulan terakhir. Pemerintah terus mempelajari pengalaman negara lain untuk strategi menghadapi lonjakan kasus COVID-19 dengan meningkatkan upaya pengujian, penelusuran, dan pengobatan serta memberlakukan pembatasan paling ketat yang pernah dilakukan Indonesia selama pandemi untuk mengekang penularan COVID-19.

Baca Juga :  Walikota Jaya Negara Panen Sayuran Di Rumah Bibit Asta Gina Guna Karya

Tentang WHO

World Health Organization memberikan kepemimpinan global dalam bidang kesehatan masyarakat di dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa. Didirikan pada tahun 1948, WHO bekerja dengan 194 Negara Anggota, di enam kawasan dan dari lebih dari 150 kantor, untuk mempromosikan kesehatan, menjaga dunia tetap aman, dan melayani kelompok rentan. Tujuan kami untuk 2019-2023 adalah memastikan bahwa satu miliar orang memiliki cakupan kesehatan semesta, melindungi satu miliar orang lain dari kedaruratan kesehatan, dan memberikan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik bagi satu miliar orang lain. #HealthforAll

Sumber : Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

Editor : Hana Sutiawati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here