Wisata Sejuk dan Instagramable, Ini Daya Tarik Pelaga Eco Park di Desa Pelaga

0
1440

 

Balinetizen.com, Badung 

Di balik hiruk-pikuk pariwisata pantai dan budaya Bali, tersembunyi sebuah destinasi yang menawarkan kedamaian alam pegunungan Pelaga Eco Park.

Terletak di Banjar Bukit Munduk Tiying, Auman, Desa Pelaga, tempat ini menjadi primadona baru bagi pecinta wisata alam dan pengalaman glamping (glamour camping) yang eksklusif.

Pelaga Eco Park resmi dibuka pada 26 Desember 2022, dengan luas area mencapai 4 hektar. Dalam waktu kurang dari dua tahun, tempat ini berkembang pesat dan kini memiliki 25 unit glamping dengan berbagai kategori yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai kalangan wisatawan.

4 Kategori Glamping yang Menarik :

1. Romantic by the River (6 unit)
Glamping berbentuk dome yang terletak di pinggir sungai, cocok untuk pasangan yang mencari suasana romantis.

2. Deluxe (10 unit)
Terletak di sebelah utara restoran, menawarkan kenyamanan lebih dengan suasana alam terbuka.

3. Standard (4 unit)
Glamping ekonomis yang berada di selatan restoran, ideal untuk backpacker dan wisatawan hemat.

4. Family by the River (5 unit)
Menyediakan triple bed, ideal untuk keluarga kecil yang ingin menikmati liburan bersama.

Harga glamping berkisar antara Rp 650 ribu hingga Rp 1 juta per malam, sudah termasuk makan pagi.

Tak hanya menawarkan penginapan yang nyaman, Pelaga Eco Park juga memiliki berbagai fasilitas pendukung seperti:

Restoran dengan menu lokal, nasional, hingga internasional.

Kolam renang di tengah alam terbuka.

Swing (ayunan) dengan pemandangan sungai yang memukau.

Spot foto ikonik, termasuk jembatan kayu yang menyambungkan dek bawah restoran ke dahan pohon besar.

Tempat api unggun, sangat cocok untuk BBQ dinner saat malam hari yang dingin.

Air Terjun Auman, hanya 10 menit berjalan kaki dari area glamping, menjadi daya tarik alami tersendiri.

Baca Juga :  Jaya Negara Hadiri Pembukaan Porprov Bali XV 

Pelaga Eco Park banyak dimanfaatkan untuk retreat, yoga, gathering, hingga tempat bulan madu. Wisatawan asal India, misalnya, sangat menggemari paket “Candle Night Dinner” yang romantis di bawah bintang-bintang.

Menurut pemiliknya, I Ketut Ardana, Pelaga Eco Park kini tidak hanya digandrungi wisatawan lokal dan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa. Mereka datang untuk mencari udara segar, panorama hijau, dan suasana tenang yang menyehatkan jiwa dan raga.

“Permintaan terus meningkat dari minggu ke minggu. Karena itu kami terus menambah unit glamping untuk memenuhi kebutuhan wisatawan,” ujar Ardana, Sabtu (5/7/2025).

Dengan konsep yang menggabungkan kenyamanan, keindahan alam, dan pelayanan ramah, Pelaga Eco Park menjadi alternatif liburan yang menenangkan di tengah destinasi wisata Bali yang semakin padat. Ini adalah tempat ideal untuk “disconnect to reconnect” — menjauh dari hiruk-pikuk digital, dan kembali menyatu dengan alam.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here