Wisman 2025 Naik 750 Ribu Orang, Wayan Koster Sebut Isu Sampah dan Macet Tak Goyahkan Pariwisata Bali

0
232

Balinetizen.com, Denpasar –

 

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa kinerja pariwisata Bali sepanjang 2025 menunjukkan tren yang sangat positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024, bahkan mendekati capaian tertinggi sebelum pandemi Covid-19.

Menurut Wayan Koster, jumlah wisman pada 2025 naik sekitar 750 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menjadi sinyal kuat kebangkitan pariwisata Bali, mengingat pada tahun 2019—sebelum pandemi—kunjungan wisman mencapai 6,27 juta orang, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.

“Ini menunjukkan tren yang sangat positif. Berbagai isu yang sering muncul seperti kemacetan, sampah, dan lainnya, ternyata tidak menggoyahkan minat wisatawan mancanegara untuk datang ke Bali,” tegas Koster.

Selain peningkatan jumlah wisatawan, tingkat hunian hotel di Bali juga berada pada level yang menggembirakan. Rata-rata okupansi hotel berada di kisaran 70–80 persen, bahkan sejumlah hotel berbintang mencatatkan angka lebih tinggi.

“Hotel seperti The Meru tingkat huniannya di atas 90 persen, begitu juga Kempinski,” ungkapnya, Minggu (4/2/2026).

Peningkatan kunjungan wisatawan ini berdampak langsung pada kenaikan pendapatan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) di seluruh kabupaten/kota di Bali. Daerah dengan peningkatan tertinggi antara lain Badung, Denpasar, dan Gianyar. Hal ini menandakan bahwa wisatawan lebih banyak menginap di hotel resmi yang taat pajak, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah.

Koster menegaskan bahwa meskipun berbagai isu pariwisata kerap menjadi sorotan media, kenyataannya kunjungan wisatawan mancanegara tetap meningkat.

“Kalau dibilang Bali sepi, faktanya tidak demikian. Wisatawan mancanegara tetap datang,” ujarnya.

Memasuki 2026, Pemerintah Provinsi Bali akan lebih agresif melakukan pembenahan, khususnya dalam menangani isu sampah, kemacetan, dan pelanggaran pariwisata, agar citra Bali sebagai destinasi dunia semakin kuat.

Baca Juga :  Tips Aman Libur Akhir Tahun di Bandara Ngurah Rai Selama Operasi Lilin Agung

Saat ini, Pemprov Bali tengah membangun 226 proyek infrastruktur, yang sebagian besar ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir periode pembangunan. Infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas wisatawan dan mendukung pemerataan pariwisata dari Bali Selatan ke Bali Utara, Barat, dan Timur.

Di sisi lain, pemerintah juga menaruh perhatian serius pada penataan platform pariwisata digital dan layanan online, termasuk akomodasi dan aktivitas wisata. Koster menyebutkan bahwa sudah ada surat dari Menteri Pariwisata untuk mengumpulkan para pelaku usaha online agar tunduk pada regulasi dan ikut berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

“Kita ingin semua pelaku, termasuk yang berbasis online, mengikuti prinsip regulasi agar manfaat ekonomi dirasakan bersama, termasuk oleh daerah,” jelasnya.

Ke depan, katanya Bali tidak lagi semata-mata mengejar jumlah kunjungan wisatawan, melainkan kualitas pariwisata. Fokus diarahkan pada peningkatan belanja wisatawan di sektor hotel, restoran, UMKM, serta ekonomi lokal lainnya, tanpa menimbulkan gejolak sosial dan lingkungan.

Sementara itu, Koster mengakui bahwa kunjungan wisatawan domestik cenderung menurun, salah satunya dipengaruhi oleh harga tiket pesawat yang tinggi dan keterbatasan armada penerbangan akibat perawatan pesawat, terutama milik Garuda Indonesia dan Citilink. Faktor cuaca ekstrem, hujan, dan banjir di beberapa daerah juga diduga memengaruhi minat bepergian wisatawan nusantara.

“Ini masih kami kaji lebih lanjut, apakah wisatawan domestik beralih ke daerah lain atau memang menunda perjalanan,” pungkasnya.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here