
Balinetizen.com, Kuta-
69 Bar & Resto salah satu restoran yang berlokasi di Pantai Legian, mengajak para tamu untuk merasakan pengalaman melinting cerutu sendiri pada Sabtu (27/5/2025). Acara ini merupakan kolaborasi dengan Wismilak, produsen cerutu premium lokal Indonesia dan sekaligus pengenalan produk terbaru Classico Series dari Wismilak.
Putu Robby Rudita, Food and Beverage Manager Grand Istana Rama Hotel menyebutkan acara ini merupakan kegiatan penting dari 69 Bar & Resto untuk membawa produk lokal bisa sejajar dengan produk luar. Pihaknya menyambut brand Wismilak yang sangat terkenal di Indonesia dan berkenan membuat acara di tempatnya. Iapun mengaku acara seperti ini akan membantu untuk mengangkat brand lokal juga sekaligus menambah peningkatan reputasi restonya. “Karena cerutu dikenal cocok menjadi pasangan minuman keras, apalagi di bar kami menyediakan arak lokal yang selalu kami promosikan,” jelas Robby.
Menurut Robby, para tamu juga sangat mengapresiasi dengan dipromosikannya produk lokal Indonesia. Ketika wisatan asing berlibur ke Bali mereka ingin mengetahui produk apa yang bisa diandalkan untuk dipromosikan ke daerah mereka. Dalam kesempatan ini 69 Bar & Resto menjadi tempat yang tepat untuk mempromosikan produk-produk lokal Indonesia. “Beberapa acara yang kami buat sebelumnya menggunakan produk lokal, mereka bahkan menghabiskan uang untuk menjadikan produk ini sebagai buah tangan jika kembali ke negaranya,” tambah Robby.
Sementara itu Verliyan Eka, Cigar Executive Wismilak menyebutkan, Cerutu Premium dari Wismilak adalah produk yang paling konsisten di Indonesia, dibandingkan merek lain karena setiap produknya dikerjakan dengan tangan oleh pekerja asli orang Indonesia dan bahan bakunya menggunakan tembakau lokal. “Tembakau yang digunakan oleh merek cerutu luar negeri banyak menggunakan tembakau lokal. Tembakau dari Sumatra biasanya di ekspor keluar setelah itu dilabeli brand luar sebagai produk mereka,”ujar Verliyan.
Verliyan menyampaikan terima kasih dan merasa bangga bisa bekerjasama dengan 69 Bar & Resto. Sehingga momen ini diharapkan bisa menjadi kolaborasi yang sangat menguntungkan untuk memajukan produknya. “Kita coba kolabroasi dan kenalkan lebih dalam lagi lewat sesi melinting cerutu,” ujar Verliyan.
Wismilak memiliki 10 varian cerutu, peminatnya tergantung dengan tingkat kekuatan rasa dari medium sampai yang full dan biasa dinikmati dari usia 25-55 tahun. Untuk pemula disarankan untuk merasakan tingkat medium terlebih dahulu agar terbiasa. Mengkonsumsi cerutu juga berbeda dan rokok karena asapnya tidak masuk ke tubuh bagian dalam namun hanya dikumur di dalam rongga mulut selanjutnya mulut akan mencicipi rasa dari cerutu tersebut. “Produk cerutu tidak ada yang mengalami masa kadaluarsa karena cerutu terbuat dari tembakau murni, apabila perawatanya benar, semakin tua umur cerutu maka rasanya akan semakin menyatu dan enak serta harganya semakin mahal,” jelas Verliyan.
Melalui event melinting cerutu ini, 69 Bar & Resto dan Wismilak ingin menunjukkan para tamu yang hadir bahwa linting cerutu ini adalah sebuah seni yang membutuhkan ketelitian, keterampilan, serta proses panjang. Mempunyai tujuan yang mulia untuk mengangkat produk lokal, Robby berharap lewat kegiatan ini, 69 Bar & Resto bisa lebih giat dan kreatif dalam meningkatkan reputasi restoran.
Editor : Radha
