Harga Bahan Pokok Naik, Kadis Koperindag: Masih Dalam Batas Kewajaran

0
508

 

Balinetizen.com, Jembrana 

Harga kebutuhan bahan pokok disejumlah pasar di Kabupaten Jembrana dalam sepekan belakangan melonjak naik.

Putu Eka (28), salah seorang pedagang di Pasar Desa Adat Lelateng mengatakan harga kebutuhan dapur mulai naik sejak sepekan terakhir.

Cabai kecil yang awalnya Rp.25 ribu per Kg naik Rp.30 ribu menjadi Rp.55 ribu per Kg. Cabai rawit yang tiga hari lalu Rp.30 ribu naik menjadi Rp.45 ribu per Kg. Lombok merah dari Rp.38 ribu naik menjadi Rp.50 ribu per Kg. Lombok merah naik sejak seminggu lalu.

Sedangkan bawang merah yang seminggu lalu masih dengan harga Rp.30 ribu per Kg naik Rp.6 ribu menjadi Rp.36 ribu per Kg.

Ia menduga kenaikan harga bahan pokok disebabkan pasokan dari Jawa terganggu. Sementara produksi lokal Jembrana dan dari Tabanan tidak mencukupi kebutuhan pasar.

Untuk minyak goreng, ia mengaku hanya menjual minyak goreng kemasan karena sulit untuk mendapatkan minyak goreng curah. “Jarang, seminggu belum tentu dapat” imbuhnya, Minggu (29/5/2022).

Harga telur juga mengalami kenaikan seperti dituturkan Wayan Muliada (49), pedagang di Pasar Impres. Telur menurutnya naik Rp.400 menjadi Rp.1700 perbutir dari sebelumnya Rp.1300 perbutir. Dan sebagian besar telur dipasok dari Tabanan.

Kenaikan harga juga terjadi pada tomat bahkan naik hampir tig kali lipat dari harga semula Rp 5.000 menjadi Rp.14.000 per Kg. “Naiknya sudah seminggu lalu. Tomatnya ada dari Tabanan tapi lebih banyak bakul (pedagang) dari Jawa” ujar Made Warni, pedagang di Pasar Umum Negara.

Terkait naiknya sejumlah bahan pokok tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Jembrana, I Komang Agus Adinata mengatakan bahwa kenaikan harga tersebut masih dalam batas kewajaran. Terlebih menjelang hari raya, dimana permintaan akan kebutuhan pokok biasanya meningkat.

Baca Juga :  Tutup Pameran Bali Bangkit V, Ny Putri Koster Ingatkan IKM Tingkatkan Kualitas Agar Bisa Bersaing

Untuk itu, ia berharap masyarakat bisa membeli bahan pokok dapur sesuai kebutuhan. “Pasti mengeluh. Kalau boleh kami sarankan beli secukupnya sesuai kebutuhan. Karen kita (Jembrana) bukan produsen” ujarnya. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here