Balinetizen.com, Mangupura
Sesungguhnya pendidikan vokasi adalah suatu pendidikan pasti dan harus didasarkan atas kebutuhan masyarakatnya sebagai mitra (partnership), oleh karena itu keberadaan mitra menjadi kata kunci atas keberadaan vokasi, jadi jikalau suatu pendidikan tidak ada keberadaan mitra industri strategisnya maka hal tersebut dipastikan bukanlah pendidikan vokasi.
Hal tersebut dikemukakan oleh Dijen Vokasi Kemendikbudristek RI, Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc saat Temu Mitra DUDIKA dan Teaching Factory di Politeknik Negeri Bali (PNB) di Jimbaran, Rabu (31/8/2022).
Dihadapan puluhan mitra DUDIKA (Dunia Industri dan dunia kerja) PNB, Kiki menegaskan bahwa sejatinya Vokasi bukanlah sebagai suatu agenda kementerian saja, namun merupakan suatu agenda bangsa Indonesia, hal tersebut diamanatkan dalam Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 68 Tahun 2022 Tetang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.
“Jadi sedemikian pentingnya makna dan hakikat vokasi ini karena kita semua sudah terlalu faham tentang bonus demografi dan kita juga memiliki populasi penduduk yang luar biasa yang nantinya akan masuk ke sebuah angkatan kerja secara bersama-sama,” terang Kiki.
Namun, Bonus demografi kita akan betul-betul menjadi sebuah bonus kalau kita kelola dan bekali anak-anak muda kita dengan baik.
“Kalau tidak, hal ini berpotensi menjadi bencana dari bonus demografi yang kita peroleh
Oleh karena itu, Direktur Politeknik Negeri Bali, Nyoman Abdi menegaskan bahwa pihaknya terus meneguhkan komitmennya dalam memperkuat dunia pendidikan vokasi di Indonesia, pihaknya memberikan apresiasi kepada pemerintah yang melakukan respon secara cepat terhadap usulan rencana pembukaan program Doktor Terapan S2 Perencanaan Pariwisata.
Program Doktor Terapan S2 Perencanaan Pariwisata kata Abdi, akan membuat PNB sebagai barometer nasional.
Pasalnya, pihaknya melihat, minat dari mahasiswa untuk di Magister Terapan ini, cukup tinggi, dibandingkan dengan Universitas lain atau Politeknik lain yang menyelenggarakan Magister Terapan S2 Perencanaan Pariwisata.
Menurutnya, nantinya akan benar-benar membuktikan bahwa Politeknik Negeri Bali punya keinginan, punya komitmen yang kuat untuk meningkatkan vokasi di Indonesia dengan menghasilkan lulusan yang memiliki kualitas handal dalam hal melakukan perencanaan kebijakan serta analisa strategis kepariwisataan dalam skala nasional maupun internasional. (hd)

