Dukung Penanggulangan Rabies, Desa/Kelurahan Bentuk TISIRA

0
173

 

Balinetizen.com, Jembrana

Penanganan rabies mendapat dukungan dari desa dan kelurahan dengan membentuk Tim Siaga Rabies (TISIRA.

Data dari Bidang Keswan-Kesmavet pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana hingga saat ini tercatat ada 58 kasus anjing rabies. Jumlah ini jauh menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 200 lebih kasus positif rabies.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jembrana, I Made Yasa mengatakan, penanganan rabies harus dilakukan dengan lebih serius. Untuk itu diharapkan desa/kelurahan membentuk TISIRA. Dan dari 51 desa/kelurahan di Jembrana, 49 diantaranya sudah membentuk TISIRA.

“Yang belum Desa Yeh Kuning dan Kelurahan Loloan Timur, tapi masih dalam proses pembentukan,” ujarnya, Rabu (30/8/2023).

Rabies kata dia, dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan serius. Untuk itu dalam penanganannya harus dilakukan bersama-sama termasuk oleh pemerintahan desa.

Menurutnya ada beberapa yang bisa dilakukan pihak desa maupun kelurahan dalam penanganan rabies. Seperti dengan membentuk TISIRA dengan tim penanganan. Kemudian menganggarkan dana dari APBDes untuk operasional petugas.

Alokasi anggaran dari APBDes dan anggaran Kelurahan menurutnya, dialokasikan dalam APBDes perubahan tahun 2023. Sehingga penanganan nantinya bisa berjalan maksimal sehingga tahun depan kasus dapat semakin menurun.

“Minimal untuk mkan minum. Karena untuk pengadaan vaksin bagi HPR dan vaksin untuk manusia sudah disediakan dari dinas terkait,” jelasnya.

Untuk memperkuat kerja tim, sambungnya, desa juga diminta untuk membentuk Peraturan Desa (Perdes) sebagai payung hukum penanganan rabies di masing-masing wilayah. Dan juga menjadi acuan masyarakat dalam memelihara hewan penular rabies (HPR). “Untuk memperkuat desa adat bisa membuat perarem. Bagi desa yang wilayah administrasinya tidak memiliki desa adat, cukup dengan Perdes,” tegasnya.

Baca Juga :  Diresmikan di Bali, BIRU Pusat Konservasi Baru Indonesia dan Asia Pasifik

Dikonfirmasi terpisah Kepala Bidang Kesehatan Hewan-Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet), pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa mengakui pembentukan TISIRA di setiap desa/kelurahan sangat membantu penanganan kasus rabies. Mengingat penanganan kasus rabies tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat.

Sampai saat ini, kata dia, telah terjadi 58 kasus anjing positif rabies tersebar di seluruh wilayah Jembrana. Dan Jumlah tersebut sudah jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami optimis akan menurun. Apalagi nanti akan dibantu TISIRA yang terlibat langsung. Juga adanya aturan dari Desa Dinas maupun Desa Adat,” ungkapnya. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here