Harga Beras Meroket, Kadis Perdagangan Akan Berkordinasi dengan Bulog

0
202

 

Balinetizen.com, Jembrana

Harga bahan pangan pokok beras di Kabupaten Jembrana terus meroket. Dinas Koperasi dan Perdagangan Jembrana akan berkordinasi dengan pihak Perum Bulog.

Kenaikan harga beras disinyalir dampak dari kemarau panjang dipicu el nino. Selain berpengaruh pada hasil panen gabah ditingkat petani karena banyak petani menunda masa tanam disebabkan debit air kecil, kemarau panjang juga berpengaruh pada produksi beras.

Dari informasi harga beras jenis Srijati kemasan 5 Kg dipasaran dijual dengan harga Rp.70 ribu, naik Rp.3.000 dari harga sebelumnya Rp.67 ribu. Sementara harga eceran dijual seharga Rp.15 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada beras jenis medium dari Rp.13 ribu menjadi Rp.14 ribu per kilogram.

Kenaikan beras diakui salah satu pemilik penggilingan padi di Jembrana. Pihak pabrik terpaksa menaikan harga beras guna menutupi operasional pabrik.

“Kami sangat dipengaruhi ketersediaan gabah petani. Sekarang persediaan gabah di petani menurun,” ujar Putu Agus Karisma, salah satu manager penggilingan padi di Gumbrih, Senin (11/9/2023).

Kesulitan untuk mendapatkan gabah, kata dia, sangat berpengaruh akan produksi beras. Dan sekarang dalam sehari hanya mampu memproduksi 10 sampai 15 ton beras, menurun dari sebelumnya. “Dalam situasi normal kami mampu memproduksi beras 20 sampai 30 ton beras,” ujarnya.

Untuk mendapatkan gabah, selain di wilayah Jembrana, pihaknya juga mencari gabah hingga ke luar Jembrana, seperti Tabanan, Badung dan Buleleng. “Untuk gabah lokal Jembrana kami membelinya Rp.6.800. Kalau di luar Rp.6.900 perkilogram. Karena harga gabah naik otomatis harga beras juga naik” terangnya.

Terkait kenaikan beras, Kadis Koperasi dan Perdagangan Jembrana, Komang Agus Adinata mengaku akan segera berkordinasi dengan Perum Bulog untuk segera mengadakan operasi pasar khususnya beras.

Baca Juga :  Melalui Program AKU HATINYA PKK, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Berharap Pekarangan Rumah Dapat Dimanfaatkan Untuk Tujuan Ekonomis  

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mengeluh saat harga beras naik dengan cara mengganti atau mencampur beras dengan bahan pangan lain yang sama-sama mengandung karbohidrat seperti dengan ketela.

“Kami akan melakukan operasi pasar khusus beras. Kami juga menghimbau masyarakat untuk bijak menggunakan beras. Kalau pun ada bahan makanan pengganti beras seperti ketela atau umbi-umbian, yuk kita ganti untuk menstabilkan harga beras,” himbaunya. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here