Balinetizen.com, Denpasar
Sebuah kapal wisata jenis phinisi bernama SHARANDY OF DE SE SEAS dilaporkan tenggelam di Perairan Moring Pelabuhan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 10.30 Wita. Peristiwa tersebut dipicu cuaca buruk berupa angin kencang dan hujan lebat yang datang secara tiba-tiba.
“Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat kejadian kapal berada dalam kondisi lego jangkar dan sedang menjalani proses perbaikan atau servis oleh delapan orang teknisi. Sejumlah awak kapal turut melakukan pengawasan di atas kapal,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, Sabtu (27/12/2025).
Saksi Kamarudin (38), yang menjabat sebagai Mualim II, bersama kru lainnya yakni Amirallah (52) selaku KKM, Irman Susanto (26) juru minyak, dan Abu Bakar (36) kelasi, menyatakan angin kencang datang dari arah barat sehingga kapal mulai miring ke kiri sebelum akhirnya tenggelam secara perlahan.
Melihat kondisi tersebut, seluruh awak kapal dan teknisi segera melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Mereka kemudian dievakuasi menggunakan kapal skoci dan dibawa ke daratan Pantai Serangan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Petugas telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan para saksi, serta melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Syahbandar Wilayah Kerja (Wilker) Serangan.
Hingga saat ini, kapal SHARANDY OF DE SEAS masih berada dalam kondisi tenggelam di perairan tersebut, tepatnya di titik koordinat -8°43’13” LS – 115°14’27” BT. Aparat terkait terus melakukan pemantauan guna memastikan keberadaan kapal tidak mengganggu alur pelayaran maupun menimbulkan pencemaran laut akibat potensi tumpahan minyak.
Dalam kejadian ini, seluruh dokumen kapal beserta identitas para awak kapal dilaporkan ikut tenggelam bersama kapal.
(jurnalis : Tri Widiyanti)

