Balinetizen.com, Denpasar
Dampak konflik dan perang di kawasan Timur Tengah terus berimbas pada sektor penerbangan internasional, termasuk di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Update jumlah penumpang terdampak pembatalan penerbangan dari dan ke Bali kian meningkat seiring masih ditutupnya ruang udara sejumlah negara yang menjadi jalur penerbangan internasional.
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menyampaikan bahwa hingga Senin, 2 Maret 2026 pukul 13.00 WITA, tercatat 15 penerbangan internasional dibatalkan, terdiri dari 8 keberangkatan dan 7 kedatangan.
“Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, hingga saat ini terdapat total 15 penerbangan rute internasional yang dibatalkan. Seluruhnya merupakan penerbangan dari dan menuju kawasan Timur Tengah,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Pembatalan penerbangan keberangkatan dari Denpasar meliputi sejumlah maskapai besar, antara lain:
Emirates EK369 rute Denpasar–Dubai (28 Februari dan 1 Maret)
Emirates EK399 rute Denpasar–Dubai (1 dan 2 Maret)
Etihad Airways EY477 rute Denpasar–Abu Dhabi (28 Februari dan 1 Maret)
Qatar Airways QR963 dan QR961 rute Denpasar–Doha (28 Februari dan 1 Maret)
Penerbangan Kedatangan ke Bali Juga Terdampak
Selain keberangkatan, sebanyak 7 penerbangan internasional menuju Bali turut dibatalkan, di antaranya:
Etihad EY476 rute Abu Dhabi–Denpasar
Emirates EK368 dan EK398 rute Dubai–Denpasar
Qatar Airways QR960 dan QR961 rute Doha–Denpasar
Pembatalan ini berdampak pada meningkatnya jumlah penumpang yang tertahan di Bandara Ngurah Rai.
3.197 Penumpang Terdampak
Berdasarkan data maskapai, total 3.197 calon penumpang keberangkatan terdampak akibat pembatalan dan penyesuaian jadwal penerbangan. Penanganan penumpang dilakukan sesuai kebijakan masing-masing maskapai, mulai dari penjadwalan ulang, pengembalian dana, hingga pengalihan rute.
Meski demikian, Gede Eka Sandi menegaskan bahwa operasional bandara secara umum tetap berjalan normal.
“Sekalipun banyak pembatalan, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tetap berjalan dengan normal dan optimal,” tegasnya.
Manajemen InJourney Airports terus melakukan pemantauan situasi ruang udara Timur Tengah serta berkoordinasi dengan maskapai, AirNav Indonesia, dan aparat keamanan. Bandara juga menyiapkan pengaturan parking stand untuk lima pesawat dari tiga maskapai terdampak.
Sebagai bentuk layanan informasi, Bandara Ngurah Rai menyediakan:
Help Desk di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional
Contact Center 172 untuk pembaruan jadwal penerbangan
Pihak bandara mengimbau calon penumpang agar aktif berkomunikasi dengan maskapai masing-masing guna memperoleh informasi terbaru.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

