OJK Provinsi Bali Gelar Kick Off dan Training of Trainers Modul Ajar Literasi Keuangan

0
174

Balinetizen.com, Denpasar –

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda melalui sektor pendidikan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan Kick Off dan Training of Trainers (ToT) implementasi Modul Ajar Literasi Keuangan tingkat SMA/MA yang dilaksanakan secara hybrid, tatap muka dan daring, pada Selasa (24/2).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Modul Ajar Literasi Keuangan tingkat SMA/MA di Provinsi Bali yang sebelumnya diluncurkan pada 7 Oktober 2025 oleh OJK Provinsi Bali bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Provinsi Bali, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ekonomi Provinsi Bali.

Acara ToT tersebut diikuti oleh para kepala sekolah dan perwakilan guru ekonomi SMA/MA se-Provinsi Bali dengan tujuan memperkuat pemahaman serta kesiapan tenaga pendidik dalam mengimplementasikan modul ajar literasi keuangan di lingkungan sekolah.

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali Irhamsah menegaskan bahwa pemahaman keuangan merupakan keterampilan hidup yang sangat penting bagi generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa jumlah pelajar di Bali mencapai sekitar 902.437 orang atau sekitar 20,23 persen dari total penduduk Bali, sehingga peningkatan literasi keuangan bagi pelajar menjadi sangat strategis.

“Pemahaman keuangan merupakan essential life skill yang perlu dipelajari sejak dini untuk mencegah potensi permasalahan terkait penggunaan produk keuangan, seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga berbagai bentuk kejahatan keuangan digital,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dalam memberikan pembekalan literasi keuangan kepada para guru SMA/MA di Bali.

Baca Juga :  Kasanga Festival Denpasar Nyepi Caka 1946 Resmi Dibuka, Hadirkan Karya Terbaik, Dari Ogoh-Ogoh STT, Ogoh-Ogoh Mini, Sketsa Hingga Lomba Baleganjur Ngarap

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, kami menyampaikan apresiasi kepada OJK Provinsi Bali bersama MGMP Ekonomi Provinsi Bali atas inisiasi dan kolaborasi strategis ini. Langkah nyata ini memperkuat kapasitas generasi muda Bali agar memiliki kecakapan literasi dan inklusi keuangan,” ujarnya.

Ia juga berharap literasi keuangan di kalangan pelajar tidak hanya berhenti pada tingkat pengetahuan, tetapi dapat diwujudkan melalui ekosistem yang memungkinkan para siswa mempraktikkan pengelolaan keuangan secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Program literasi keuangan ini juga sejalan dengan kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, yang menargetkan indeks literasi keuangan mencapai 69,35 persen dan inklusi keuangan sebesar 93 persen pada tahun 2029.

Sementara itu, dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045, sektor keuangan ditetapkan sebagai salah satu dari 45 indikator utama pembangunan nasional, dengan target inklusi keuangan mencapai 98 persen pada tahun 2045.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK bersama BPS tahun 2025, tingkat literasi keuangan nasional tercatat sebesar 66,46 persen, masih lebih rendah dibandingkan tingkat inklusi keuangan yang telah mencapai 80,51 persen. Pada kelompok usia pelajar 15–17 tahun, tingkat literasi keuangan tercatat 51,68 persen, sedangkan tingkat inklusinya mencapai 74 persen.

Modul ajar literasi keuangan ini disusun untuk menstandarkan materi pembelajaran terkait OJK dan industri jasa keuangan di bawah pengawasan OJK, sehingga guru dan siswa di seluruh Bali memperoleh pemahaman yang setara.

Selain materi dasar pengelolaan keuangan, modul ini juga memuat informasi terkini mengenai kejahatan keuangan digital, produk keuangan berbasis teknologi seperti pinjaman daring dan aset digital, serta mekanisme perlindungan konsumen di OJK.

Baca Juga :  FKUB Lumajang sepakat menolak "people power"

Melalui kegiatan Training of Trainers ini, diharapkan para guru dapat menjadi Duta Literasi Keuangan di lingkungan sekolah sehingga mampu meningkatkan pemahaman keuangan siswa sejak dini dan membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri secara finansial, serta siap mendukung pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here