WNA Italia Diduga Dibuang ke Sungai di Legian Kuta, Polisi Lakukan Penyelidikan

0
187

Ilustrasi

Balinetizen.com, Badung 

Peristiwa kekerasan terhadap wisatawan asing kembali terjadi di kawasan wisata Kuta, Bali. Seorang warga negara Italia berinisial AM (44) ditemukan terkapar di dasar sungai setelah diduga dibuang dari Jembatan Jalan Patih Jelantik, Legian, Kecamatan Kuta, Badung, pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 04.00 WITA.

Pria yang diketahui sementara tinggal di kawasan Benoa, Kuta Selatan itu mengalami sejumlah luka serius di tubuhnya. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu dua orang waria misterius yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anggota Linmas Legian, Made Merta, bersama rekannya Irfan, setelah menerima laporan warga mengenai adanya seorang wisatawan asing yang terjatuh atau diduga dibuang ke sungai di bawah jembatan Jalan Patih Jelantik.

Keduanya kemudian langsung menuju lokasi kejadian. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), kondisi jembatan sudah dipenuhi warga yang berkerumun. Sebuah ambulans juga telah berada di lokasi untuk mengevakuasi korban yang ditemukan tergeletak di bantaran sungai dalam kondisi mengenaskan.

“Korban kemudian diangkat dari dasar sungai dan langsung dilarikan ke BIMC Hospital Kuta untuk mendapatkan penanganan medis darurat,” ujar sumber petugas, Minggu (8/3) malam.

Sejumlah warga di sekitar lokasi menyebut sebelum kejadian korban sempat terlibat cekcok dengan dua orang waria di sekitar jembatan tersebut.

“Menurut keterangan warga, sebelum kejadian korban sempat adu mulut dengan dua orang waria di sekitar lokasi. Dalam keributan itu korban diduga diseret dan didorong hingga jatuh ke sungai,” jelasnya.
Usai insiden tersebut, dua orang yang diduga terlibat langsung meninggalkan lokasi kejadian.

Akibat kejadian tersebut, AM mengalami luka cukup parah di beberapa bagian tubuh. Di antaranya luka pada bagian jidat, patah pada tangan kiri, hidung mengeluarkan darah, mulut lebam, serta lecet pada dada kiri dan pinggul kiri.

Baca Juga :  Ny Rasniathi Adi Arnawa Ajak Anggota Bangun Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

“Korban juga mengalami pendarahan di bagian tempurung kepala sebelah kiri,” kata petugas.

Salah seorang warga yang pertama mengetahui keributan itu mengatakan peristiwa tersebut awalnya disaksikan oleh seorang pengemudi ojek online yang melintas di sekitar jembatan.

“Yang melihat pertama itu katanya driver ojek online. Dia mendengar ada cekcok di atas jembatan lalu melapor ke warga,” ujar seorang warga yang akrab disapa Pak De.
Warga kemudian mendatangi lokasi dan menemukan korban berada di bawah jembatan dalam kondisi kritis.

“Setelah dicek ke TKP, ternyata benar ada WNA di kolong jembatan. Dia menjerit kesakitan,” katanya.

Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di BIMC Hospital Kuta dan belum dapat dimintai keterangan karena kondisinya belum stabil.

Sementara itu, Kapolsek Kuta Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut.

“Apakah benar terjatuh karena didorong atau tidak, masih kami dalami nggih pak, karena sampai saat ini korban belum bisa dimintai keterangan. Sementara belum ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).

Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi pasti kejadian serta mengidentifikasi dua orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

(Jurnalis: Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here