Balinetizen.com, Badung
Komisi II DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat kerja (raker) bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Kamis (9/4/2026). Rapat tersebut membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung tahun 2025.
Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPRD Badung, I Made Sada, didampingi Wayan Edi Sanjaya dan Made Sudira. Sejumlah anggota Komisi II turut hadir, di antaranya Wayan Sukses, Ida Bagus Gede Putra Manubawa, Made Suparta, dan I Nyoman Artawa.
Dalam keterangannya, I Made Sada mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah target kinerja OPD pada tahun 2025 yang belum tercapai. Hal tersebut dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Badung.
Meski demikian, pihaknya menegaskan agar program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas. “Kami menekankan agar persoalan krusial seperti kemacetan, banjir, dan sampah tetap menjadi perhatian utama,” ujar Sada usai rapat.
Terkait penanganan banjir, Sada menjelaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan berbagai langkah, seperti normalisasi sungai dan perbaikan saluran drainase untuk mengurangi titik rawan banjir di wilayah Badung. Upaya tersebut akan terus dioptimalkan sepanjang tahun 2026.
Di sektor persampahan, Sada menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD, khususnya antara Dinas Pariwisata, DLHK, dan PUPR. Hal ini dinilai penting untuk mencegah munculnya travel warning dari luar negeri yang dapat berdampak pada citra pariwisata Badung.
“Meski kondisi sampah mulai tertangani, sebelum beroperasinya PSEL diperlukan langkah antisipatif agar kapasitas penanganan tetap optimal,” jelasnya.
Selain itu, Sada juga menyoroti sektor perumahan. Ia menyebutkan masih terdapat sekitar 1.200 pengajuan program bedah rumah yang belum terealisasi. Pihaknya mendorong agar program tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2026 guna menghindari munculnya kawasan kumuh di Badung.
Di bidang pariwisata, Komisi II DPRD Badung menilai promosi harus terus digencarkan, baik di dalam maupun luar negeri. Menurut Sada, promosi melalui skema Business to Business (B2B) maupun pertemuan langsung penting dilakukan untuk menangkal isu negatif yang berkembang.
“Walaupun Bali telah mendapat predikat sebagai destinasi terbaik dunia, kita tidak boleh lengah. Promosi harus terus berjalan untuk menjaga citra positif pariwisata,” pungkasnya.(RED-MB)

