Perumda Swatantra Butuh Penyertaan Modal Tingkatkan Industri Rp 10 Miliar

0
78

 

Balinetizen.com, Buleleng

Dirut Perumda Swatantra Buleleng, I Gede Bobi Suryanto,SE optimis akan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), apabila kendala modal bisa teratasi untuk industri dibidang jagung, kopi, gabah, ternak sapi, babi, ayam dan pengolahan pupuk. Demikian terungkap saat Komisi III DPRD Buleleng menggelar Rapat Kerja Bahas LKPJ Bupati Tahun 2025 bersama Mitra Kerja yakni Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Direksi Perumda Swatantra Buleleng di ruang Gabungan Komisi DPRD Buleleng, pada Senin (20/4/2026).

“Jika dibantu penyertaan permodalan sekitar Rp 10 miliar, maka pokok akan kembali selama 5 tahun, dan kami berani membuat perjanjian untuk PAD sebesar Rp 2,5 – 3 miliar pertahun,” ucap Bobi menegaskan.

“Kalau kami diminta untuk meminjam ke bank, kami tidak punya aset,” imbuhnya.

Menurut dia, sekarang ini untuk kendaraan seluruh sekretaris dinas dan kabag dewan sebanyak 32 unit investasinya Rp 12 miliar dengan bunga 11 persen, sehingga setor bunga Rp 1,3 miliar.

Iapun menyebut terdapat beberapa kendala yang nantinya dihadapi Perumda Swatantra, diantaranya banyak pengembalian mobil karena efisiensi. BBM tinggi dan perubahan kendaraan, misalnya dari fortuner ke hybrid.

“Kami berharap swatantra tidak stagnan dan agar bisa bersaing dengan yang lain. Sehingga penyertaan modal ini sangat diharapkan,” tandas Bobi.

Terhadap pemaparan
Perumda Swatantra fokus pada penguatan kinerja usaha melalui pengelolaan aset secara lebih optimal serta pengembangan unit-unit bisnis yang dimiliki, guna mendorong kontribusi yang lebih signifikan terhadap PAD. Ketua Komisi III Dewan Buleleng Susila Umbara akan mendorong upaya dan harapan Swatantra dengan merumuskan rekomendasi. GS

Baca Juga :  Nyepi Dan Takbiran 2026 Perspektif Undang-Undang Tentang Provinsi Bali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here