Berburu Tiket Kejurnas, 386 Atlet Tarung di Kejurprov Wushu Bali & KONI Cup Denpasar 2026

0
54

Pengurus Wushu Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih bersama pengurus KONI Bali dan KONI Denpasar saat membuka Kejurprov Wushu Bali 2026 di GOR Kompyang Sujana, Jumat (23/10)

Balinetizen.com, Denpasar

Kota Denpasar kembali menjadi episentrum persaingan sengit olahraga bela diri. Sebanyak 386 atlet Wushu terbaik dari 9 Kabupaten/Kota se-Bali resmi turun gelanggang dalam ajang bergengsi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Bali 2026 yang dirangkaikan dengan KONI Cup Denpasar 2026 di GOR Kompyang Sujana, Denpasar Barat, Jumat (23/10)

Kompetisi akbar ini menjadi panggung unjuk gigi bagi para atlet di bawah naungan Pengurus Kabupaten/Kota (Pengkab/Pengkot) Wushu Indonesia (WI) se-Bali. Mereka akan bersaing demi memperebutkan prestasi tertinggi dan tiket menuju panggung nasional.

Acara pembukaan ini dihadiri Ketua Umum KONI Bali yang diwakili oleh Sekretaris Umum KONI Bali, perwakilan KONI Denpasar, serta jajaran tim juri dan seluruh atlet yang siap berlaga.

Ketua Panitia Pelaksana, AA. Ngurah Jayanegara, menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar turnamen rutin. Ajang ini dirancang sebagai wadah penyaluran bakat sekaligus barometer krusial untuk mengukur kemampuan para atlet setelah menjalani latihan panjang.

“Kejurprov Wushu Bali ini memegang peran ganda. Selain merangsang lahirnya bibit-bibit atlet berprestasi baru, ajang ini merupakan seleksi ketat untuk pembentukan tim Bali menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu Junior dan Senior, serta persiapan awal menyongsong Porprov Bali 2027,” ujar Jayanegara.

Lebih lanjut, ia berharap momentum ini menjadi ruang bagi para atlet dari berbagai sasana untuk mempererat tali persaudaraan. “Di luar persaingan matras, kami ingin para atlet tetap menjalin persahabatan kuat dan membina jiwa sportivitas yang tinggi,” imbuhnya.

Atmosfer kompetisi dipastikan kian membara mengingat ada gengsi yang tinggi di balik podium juara. Pengurus Provinsi (Pengprov) WI Bali secara terbuka menjadikan Kejurprov ini sebagai saringan utama untuk memilih wakil Pulau Dewata yang akan berlaga di level nasional pada akhir tahun ini.

Baca Juga :  Abu Vulkanik Gunung Lewotobi: Bandara Ngurah Rai Tetap Beroperasi, Tapi 16 Penerbangan Batal

Anggota DPRD Provinsi Bali sekaligus Pengurus Wushu Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, mengungkapkan bahwa target besar telah dipatok untuk perhelatan Kejurnas yang dijadwalkan bergulir pada Desember mendatang. WI Bali berambisi melampaui capaian manis mereka di edisi sebelumnya.

“Kami akan menyaring para juara dari Kejurprov ini untuk dikirim ke Kejurnas Desember nanti. Target kami jelas: melampaui prestasi sebelumnya. Jika terakhir kali kita berhasil membawa pulang lima medali emas, maka tahun ini target tatapan kami adalah enam medali emas,” tegas pria yang akrab disapa Ajus Linggih tersebut.

Menanggapi peta persaingan yang kini merata dan tidak lagi didominasi oleh Kota Denpasar, Ajus Linggih menegaskan komitmen Pengprov WI Bali untuk berlaku adil. Pihaknya menjamin tidak akan ada anak emas dan siap mendukung penuh siapa pun atlet terbaik yang muncul dari daerah mana pun di Bali.

“Sebagai perwakilan Pengprov, kami mendukung penuh atlet dari kabupaten atau kota mana pun yang berhasil membuktikan kelayakannya untuk mewakili Bali di Kejurnas. Kami percaya kompetisi antar-daerah harus tetap sehat. Tugas dan peran kami adalah memastikan seluruh jalannya kejuaraan ini berlangsung dengan seadil-adilnya dan menjunjung tinggi fair play,” pungkasnya.

Turut hadir Ketua KONI Bali yang diwakili Sekretaris Umum, perwakilan KONI Denpasar, para juri dan para atlet Wushu. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here