Di Jembrana 200 Lebih Babi Mati Mendadak

0
393
Ilustrasi Babi.

Balinetizen.com, Jembrana-

 

Dua ratus ekor lebih babi di Kabupaten Jembrana mati secara mendadak. Dari gejala, matinya babi diduga akibat terjangkit virus African Swine Fever (ASF).

Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana sejak sebulan belakangan mencatat sebanyak 208 ekor babi mati secara mendadak.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Wayan Widarsa mengatakan dari laporan yang masuk mulai tanggal 11 Pebruari sampai 18 Maret 2020 ada sebanyak 208 ekor babi mati secara mendadak.

“Itu laporan dari petugas di lapangan di lima kecamatan di Jembrana” ujar Widarsa, Kamis (19/3).

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti apa penyebab matinya babi tersebut. Karena pihaknya dan petugas di lapangan tidak sempat melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel.

“Warga melapor setelah bangkai babi di kubur, tidak ketika babi mati. Jadi tidak bisa mengambil sampel” jelasnya.

Diakuinya, ada lima ekor babi mati yang sempat diamati langsung oleh petugas di lapangan. “Dari gejala, dugaannya memang mengarah terjangkit virus demam babi africa (ASF)” jelasnya.

Ratusan babi mati itu menurutnya sebagian besar milik peternak rumahan. Bukan dari pengusaha (peternakan) babi karena sudah menerapkan biosecurity. Salah satunya yakni jika masuk ke kandang terlebih dulu disemprot dengan disinfektan.

 

Pewarta : Komang Tole
Editor : Mahatma Tantra

Baca Juga :  Puan: Pohon Soekarno di Arafah adalah Inspirasi Pentingnya Menjaga Bumi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here