Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani dalam sebuah KTT di Kuala Lumpur, Malaysia 19 Desember 2019. (Foto: Reuters)
Iran, Malaysia, Turki dan Qatar sedang mempertimbangkan untuk menggunakan emas dan barter dalam sistem perdagangan di antara negara-negara itu. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, Sabtu (21/12), penggunaan kedua sistem itu untuk mengantisipasi kemungkinan penerapan sanksi ekonomi terhadap mereka.
Pada akhir KTT Islam di Malaysia, Mahathir memuji Iran dan Qatar karena berhasil menahan embargo ekonomi dan mengatakan penting bagi dunia Muslim untuk mandiri dalam menghadapi ancaman di masa depan.
“Dunia menyaksikan negara-negara membuat keputusan sepihak untuk menjatuhkan tindakan hukuman seperti itu. Malaysia dan negara-negara lain harus selalu ingat, hal itu mungkin saja dapat dikenakan kepada kita,” kata Mahathir.
“Saya menyarankan agar kita meninjau kembali gagasan perdagangan menggunakan dinar emas dan barter di antara kita,” kata Mahathir, merujuk pada koin emas abad pertengahan Islam.
“Kami mengkaji hal itu dengan serius dan kami berharap kami akan dapat menemukan mekanisme untuk menerapkannya,” katanya.
Para pemimpin sepakat perlunya meningkatkan kegiatan di antara mereka sendiri dan berdagang dalam mata uang satu sama lain. [ah/ft] (VOA)

