Denpasar (Metrobali.co.id)-
69 Bar & Resto Kuta merayakan Hari Arak yang diperingati setiap 29 Januari 2026 dengan menghadirkan promo minuman khas serta sajian kuliner tradisional Bali. Perayaan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian arak Bali sebagai warisan budaya sekaligus identitas lokal yang patut dijaga dan dikembangkan.
Dalam perayaan tersebut, 69 Bar & Resto menawarkan minuman signature “Darma Sensation” dengan promo beli satu gratis satu seharga Rp140 ribu. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati menu tradisional Bali yang dipadukan secara khusus dengan arak Bali.
General Manager Grand Istana Rama Hotel (GIRH), Ketut Darmayasa, mengatakan pihaknya mendukung penuh peringatan Hari Arak Bali sebagai upaya membudidayakan dan melestarikan arak secara bertanggung jawab. “Kami mensupport Hari Arak Bali sebagai bentuk pemuliaan arak. Arak Bali adalah identitas budaya yang perlu mendapatkan peran lebih, termasuk dari sisi minuman,” ujar Ketut Darmayasa yang ditemui pada Kamis, (29/1/2026) di 69 Bar & Resto Kuta.
Menurut Darmayasa, arak Bali memiliki kecocokan kuat dengan masakan khas Bali. Karena itu, pihaknya menghadirkan menu olahan tradisional yang bisa dipairing dengan arak, salah satunya timbungan khas Bali. “Masakan Bali sangat cocok dipadukan dengan arak. Kami ingin menunjukkan bahwa kita tidak hanya menjual menu luar negeri, tetapi juga bangga dengan produk lokal yang patut dihargai,” katanya.
Darmayasa menambahkan Darma Sensation merupakan hasil perjalanan sejak 2018 bersama rekan-rekannya mengunjungi petani arak di berbagai kabupaten di Bali. “Arak telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda melalui SK Mendikbudristek Nomor 14 Tahun 2022 dan diperkuat Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020. Bahan dasarnya berasal dari air kelapa, air lontar, dan air aren yang semestinya digunakan untuk menghasilkan arak Bali berkualitas,” tambah Darmayasa.
Selain minuman, 69 Bar & Resto Kuta juga menghadirkan paket menu spesial dari kolaborasi Chef Yudhistira (Dean Harts) bersama tim dapur Grand Istana Rama Hotel. Chef Yudhistira, didampingi oleh Putu Robby Rudita (Food & Beverage Manager), Sang Ayu Paramita (Restaurant and Bar Manager 69 Bar & Resto), dan Chef Amar (Junior Sous Chef), menjelaskan bahwa menu tersebut terinspirasi dari kebiasaan para chef Bali saat menikmati arak. “Biasanya arak dinikmati sambil makan makanan pedas. Dari situ muncul ide membuat beef pelalah karena paling cocok disantap bersama arak,” ujarnya.
Paket menu seharga Rp200 ribu per paket ini berisi beef timbungan, beef pelalah, dan sate lilit. Menu timbungan, lanjutnya, diolah dengan teknik dibakar dalam bambu dan terinspirasi dari resep para chef Grand Istana Rama yang memahami betul bumbu dan isian khas timbungan. Selain itu, sate lilit turut melengkapi sajian khas Bali yang dihadirkan.
Untuk menyesuaikan selera tamu yang beragam, tingkat kepedasan menu sengaja diturunkan tanpa menghilangkan cita rasa aslinya. “Kami ingin tamu dari berbagai latar belakang tetap bisa menikmati menu tradisional Bali dan merasakan bahwa masakan Bali sangat fleksibel untuk dipadukan dengan arak Bali,” kata Chef Yudhistira.
Tak hanya kuliner dan minuman, perayaan Hari Arak Bali di 69 Bar & Resto juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan seperti DJ performance, live band, bartender performance, hingga fire dance, yang semakin menghidupkan suasana malam.
Melalui perayaan ini, 69 Bar & Resto berharap Hari Arak Bali dapat terus menjadi ruang kolaborasi antara budaya, kuliner, dan pariwisata, sekaligus memperkenalkan arak Bali dan masakan tradisional kepada khalayak yang lebih luas dengan cara yang santai dan menyenangkan.