Foto: Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali Nengah Yasa Adi Susanto yang akrab disapa Bro Adi.
Balinetizen.com, Denpasar
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali Nengah Yasa Adi Susanto yang akrab disapa Bro Adi menegaskan komitmen perjuangan PSI di Bali untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) orang-orang Bali.
Salah satu hal yang ingin diperjuangkan Bro Adi yang juga mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif di DPRD Provinsi Bali Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Denpasar dengan nomor urut 1 ini adalah memperjuangkan pendirian Pasraman Hindu di Bali sebagai penguatan karakter generasi muda Bali dan sebagai daya tarik pariwisata Bali.
Bagi Bro Adi, untuk penguatan tradisi adat di Bali diperlukan adanya pasraman-pasraman Hindu yang berkualitas sehingga anak-anak generasi muda di Bali lebih paham terkait dengan adat, budaya dan tradisi Bali.
“Bali itu seperti apa? Adat dan budaya seperti apa? Sekarang bagaimana kita bisa mau mempertahankan adat dan budaya kita sementara anak-anak kita sendiri tidak bisa bahasa Bali misalnya. Dengan terbangunnya pasraman-pasraman ini tentu mereka akan lebih fasih berbahasa Bali, lebih mencintai budaya dan adat kita yang ada di Bali, pintar mereka me-gender, pintar mereka me-gong, dan lain sebagainya. Nah itu dengan mencintai budaya mereka sendiri otomatis mereka akan bisa mengembangkan kedepan budaya Bali itu seperti apa yang perlu kita kembangkan,” ungkap Bro Adi belum lama ini.
Lebih lanjut Bro Adi juga mengungkapkan komitmennya memperjuangkan pembangunan SDM yang berkarakter dan berspiritual serta punya kompetensi sesuai bidangnya melalui pemberian beasiswa dan pemerataan pendidikan atau pelatihan yang berbasiskan kompetensi di Perguruan Tinggi maupun Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Bro Adi juga mendorong pemerintah untuk mengaktifkan Balai Latihan Kerja (BLK) kabupaten/kota dengan program pelatihan inovatif dan kekinian yang terintegrasi dengan pengguna/User tenaga kerja baik di dalam maupun luar negeri.

Politisi PSI yang juga merupakan praktisi penempatan tenaga kerja ke luar negeri dan kapal pesiar yang telah membantu puluhan ribu masyarakat bekerja ke luar negeri dan menjadi pahlawan devisa juga akan memperjuangkan agar Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memiliki kompetensi dan bekerja pada sektor formal di luar negeri termasuk kapal pesiar diberikan subsidi untuk biaya pembuatan dokumen-dokumen keberangkatan serta diberikan perlindungan maksimal saat pra penempatan, masa penempatan maupun pasca penempatan.
PSI Bali juga akan memperjuangkan pemerataan pembangunan kawasan wisata untuk pariwisata berkualitas. “Kami berkomitmen penuh memperjuangkan agar pembangunan bandara kedua di Bali segera direalisasikan untuk pemerataan pembangunan khususnya bidang pariwisata, serta pembangunan dermaga kapal pesiar di daerah tujuan wisata di Bali,” kata Bro Adi.
Politisi PSI asal Desa Bugbug, Kabupaten Karangasem itu juga berkomitmen menjaga dan meningkatkan eksistensi adat dan budaya melalui penguatan desa adat sebagai benteng utama mempertahankan ajeg Bali.
Hal lain yang menjadi konsern Bro Adi adalah penguatan terhadap Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai salah satu lembaga keuangan yang membantu perekonomian masyarakat di Bali khususnya di pedesaan melalui revisi Perda Nomor 3 Tahun 2017 tentang Lembaga Perkreditan Desa. (dan)

